nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Longgarkan Likuiditas Bank, BI Turunkan GWM

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 20 Juni 2019 19:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 20 20 2068903 longgarkan-likuiditas-bank-bi-turunkan-gwm-p9m8kHtFQJ.jpg Foto: BI Umumkan Suku Bunga Acuannya

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menurunkan rasio Giro Wajib Minimum (GWM) denominasi Rupiah sebesar 50 bps kepada perbankan yang akan berlaku mulai 1 Juli 2019. Melalui penurunan ini maka perbankan diperkirakan dapat menambah likuditas sebesar Rp25 triliun yang bisa disalurkan menjadi kredit.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, dengan memangkas rasio sebesar 50 bps maka bank konvensional wajib menempatkan GWM sebesar 6% dari Dana Pihak Ketiga (DPK), turun dari saat ini yang sebesar 6,5%%. Sementara bank syariah wajib menempatkan GWM menjadi 4,5% dari saat ini yang sebesar 5%.

Baca Juga: BI Catat Modal Asing Masuk ke Indonesia Tembus Rp112 Triliun

"Namun untuk GWM rerata bank konvensional dan syariah masing-masing tetap sebesar 3,0%," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Dia menjelaskan, dengan penurunan GWM maka akan mendorong kecukupan likuiditas perbankan untuk menyalurkan kredit. Sehingga mendorong pertumbuhan kredit tahun ini bisa menyentuh batas atas yakni 12%.

"Pertumbuhan kredit akan lebih menuju ke batas atas dari kisaran 10%-12%. Kisaran itu pun belum mempertimbangkan efek berlipat dari penambahan likuiditas tersebut yang nanti terus secara dinamis," katanya.

Baca Juga: BI: Modal Asing Masuk Rp112 Triliun hingga Mei 2019

Dia menyatakan, Bank Sentral terus berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan moneternya, meski saat ini tanpa melalui penurunan suku bunga acuan. Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan ini suku bunga acuan masih tertahan di level 6%.

"BI akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi, melalui penambahan likuiditas atau jalur kuantitas," ujar dia.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini