nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bos BI: Suku Bunga Acuan Akan Turun

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 21 Juni 2019 08:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 20 20 2068920 bos-bi-suku-bunga-acuan-akan-turun-Cq9WGfZPDd.jpg Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Heru/Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk tetap menahan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate di level 6% sejak November 2018 hingga Juni 2019. Meski sejumlah bank sentral negara lainnya sudah mengambil langkah pelonggaran moneter.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, Bank Sentral menetapkan suku bunga acuan dengan mencermati perkembangan pasar keuangan global, maupun kondisi ekonomi domestik. Menurutnya, saat ini terbuka ruang kebijakan moneter yang akomodatif, sejalan dengan rendahnya tingkat inflasi, sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dia menyatakan, upaya penambahan likuiditas melalui operasi moneter juga terus dilakukan, hal itu untuk memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan.

Baca Juga: BI Masih Tahan Suku Bunga Acuan 6% Selama 6 Bulan

Selain itu, BI juga menetapkan kebijakan menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM)denominasi Rupiah sebesar 50 bps kepada perbankan yang akan berlaku mulai 1 Juli 2019. Melalui penurunan ini maka perbankan diperkirakan dapat menambah likuditas sebesar Rp25 triliun yang bisa disalurkan menjadi kredit.

"Jadi masalah penurunan suku bunga acuan itu memang arahnya akan dilakukan, hanya masalah timing (waktu yang tepat) dan magnitude-nya," ujar dia di Kantor Pusat BI, Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Baca Juga: BI Diproyeksi Pangkas Suku Bunga Acuan 25 Bps

Perry menjelaskan, jika melihat kondisi pasar keuangan global saat ini hingga beberapa aku kedepan masih akan dipengaruhi oleh eskalasi hubungan dagang Amerika Serikat (AS) dan China, serta sejumlah negara yang memberikan sentimen risk on dan risk off untuk aliran modal asing yang masuk.

Kondisi tersebut, akan mempengaruhi surplus neraca modal dan defisit transaksi berjalan. "Itu sebetulnya apa yang ditunggu. Oleh karena itu setiap RDG bulanan, kami akan terus memantau terus berbagai perkembangan berbagai indikator ekonomi ke depan dalam menentukan pertimbangan suku bunga," jelasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini