nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Dampak Negatif Pembangunan Ibu Kota Baru

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 26 Juni 2019 17:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 26 470 2071223 ini-dampak-negatif-pembangunan-ibu-kota-baru-RvPXNRn53x.jpg Foto: Yohana Okezone

JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) meyakini pembangunan ibu kota baru bakal menyumbang pertumbuhan ekonomi, namun di sisi lain juga mendorong terjadinya peningkatan inflasi nasional.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyatakan, peningkatan inflasi merupakan satu-satunya dampak negatif dari pembangunan ibu kota baru. Meski demikian, menurutnya, sumbangan inflasi dari pembangunan ini takkan besar.

"Pemindahan ibu kota bisa menyebabkan inflasi. Tapi, tambahan inflasinya kemungkinan relatif kecil atau sangat minimal," ujar Bambang dalam Dialog Nasional II Pembangunan Ibu Kota Negara di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu (26/6/2019).

 Baca Juga: Pemindahan Ibu Kota Disebut Hanya Wacana, Bappenas: Kalau Cuma Isu Tak Mungkin Ada Rencana Lengkapnya

Dia menjelaskan, berdasarkan penghitungan Bappenas, pembangunan ibu kota diperkirakan menyumbang kontribusi inflasi sebesar 0,2%. "Artinya kalau inflasi baseline katakan seperti tahun lalu 3,13%, berarti dengan adanya kegiatan pemindahan ibu kota ini bertambah menjadi 3,33%," jelas dia.

Besaran tambahan inflasi itu, menurut Bambang, masih dapat ditoleransi. Sebab, inflasi di kisaran 3%-4% termasuk tingkat yang rendah dan terkendali, sesuai dengan sasaran.

"Masih bisa ditolerir dan dampaknya relatif minimal," katanya.

 Baca Juga: Pembangunan Ibu Kota Baru Sumbang 0,1% Pertumbuhan Ekonomi

Meski demikian, Bambang menilai di tengah inflasi yang meningkat karena pembangunan ibu kota baru, juga akan ada peningkatan perdagangan antar wilayah. Bukan hanya antar kota dan provinsi tapi juga antar pulau.

Oleh sebab itu, dia optimistis pembangunan ibu kota baru akan menjadi awal pemerataan kegiatan perekonomian. Bappenas sendiri memperhitungkan pembangunan ini akan menyumbang pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 0,1%.

"Sehingga yang ada bukan Jawa sentris, tapi Indonesia sentris. Ini yang diinginkan kita semua," kata dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini