nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bagaimana Rasanya Berkarier di Bidang Asuransi?

Sabtu 29 Juni 2019 06:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 28 320 2072127 bagaimana-rasanya-berkarier-di-bidang-asuransi-TG0fE42o4l.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

4. Jenjang Karier

Karir di bidang asuransi dimulai dari level agen. Jika seorang agen ingin fokus pada penjualan pribadi, maka bisa berusaha untuk naik tingkatan menjadi Senior Financial Planner hingga agen asuransi berskala internasional. Sementara untuk agen yang tertarik mengembangkan tim, bisa berusaha mencapai tahap unit manager, branch manager, district manager, hingga sales director.

Meski jenjang karir terlihat jelas, namun untuk mencapai puncak tidaklah mudah. Para pekerja di bidang asuransi memiliki komentar beragam tentang jenjanng karir. Ada yang merasa puas dengan karir, dan ada pula yang menganggap jenjang karir terlalu banyak dan kenaikan level yang lambat karena organisasi perusahaan yang “gemuk” di tengah. Bahkan, ada yang mengeluh kesulitan menaiki tangga karir karena mengutamakan sistem karir yang tidak jelas di perusahaan.

5. Tekanan Tinggi

 

Salah satu ukuran kesuksesan pekerjaan di bidang asuransi adalah keberhasilan menggaet klien sehingga bisa menerbitkan polis lebih banyak. Bahkan, sebagian perusahaan tidak menerapkan sistem gaji bulanan, melainkan membayar berdasarkan keberhasilan tersebut.

Sistem seperti ini membuat karyawan merasa tekanan pekerjaan di bidang asuransi yang tinggi. Untuk menghadapi tantangan ini, seseorang yang berkarir di bidang asuransi harus mempunyai mental baja.

6. Suasana Kerja Nyaman

Para pekerja di bidang asuransi yang menuliskan review-nya di Qerja mengaku bahwa salah satu hal baik yang dirasakan adalah suasana kerja yang nyaman, bersahabat, hubungan baik antara senior dan junior, hingga kerja tim yang solid. Pengakuan ini diungkapkan oleh karyawan dari berbagai posisi, divisi, dan bahkan berbeda perusahaan sekali pun.

Artinya, perusahaan-perusahaan asuransi yang ada di Indonesia telah berhasil menciptakan budaya kerja yang baik untuk karyawannya. Lingkungan kerja yang nyaman bisa membuat pekerja lebih produktif.

 

7. Work Life Balance

Banyak karyawan perusahaan asuransi yang menuliskan review di Qerja mengaku merasakan work life balance selama menekuni bidang ini. Sejumlah agen yang bergabung dengan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia mengungkapkan salah satu keuntungan bekerja di perusahaan tersebut yaitu jam kerja fleksibel.

Dengan begitu, pekerja bisa menentukan jam kerja dan meluangkan waktu untuk kehidupan pribadi sesuai kebutuhan masing-masing individu. Meski begitu, terkadang jam kerja fleksibel justru tidak bisa mendorong terciptanya work life balance. Hal ini mungkin terjadi bila karyawan tidak bisa mengatur waktu dan disiplin mematuhi jadwal.

Semua pekerjaan memiliki tantangan tersendiri. Jika Anda tekun bekerja dan bisa melewati segala rintangan, maka akan mendapat hasil yang memuaskan

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini