nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Seperti Jakarta, Ibu Kota Baru Didesain untuk 1,5 Juta Penduduk

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 10 Juli 2019 14:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 10 470 2077060 tak-seperti-jakarta-ibu-kota-baru-didesain-untuk-1-5-juta-penduduk-6vPDKpVdVB.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Pemerintah memastikan ibu kota baru nanti tidak didesain untuk jumlah penduduk yang banyak. Pemerintah hanya mendesain ibu kota baru ini untuk 1,5 juta penduduk saja.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, dalam mendesain ibu kota baru ini pemerintah tidak menjadikan seperti di Jakarta. Begitupun jumlah penduduknya, diperkirakan hanya akan ada sekitar 1,5 juta penduduk saja yang tinggal di sana.

Baca Juga: Menteri Bambang: Beban Jakarta Bikin Ekonomi Indonesia Rugi Rp56 Triliun

Dari jumlah 1,5 juta tersebut nantinya akan ditinggali oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan juga para pelaku bisnis. Ditambah juga warga sekitar yang sudah menetap di sana.

"Saya enggak mungkin desain kota sepi pakai uang banyak. Saya desain kota 1,5 juta penduduk. Apakah itu sepi? desainnya segitu, mungkin tercapai dalam 10 tahun. Tapi kita tidak ciptakan Jakarta kedua," ujarnya dalam di Kantor Bappenas, Jakarta, Rabu (10/7/2019).

 Baca Juga: Maksimal Dihuni 1,5 Juta Orang, Lokasi Ibu Kota Baru Ditetapkan Tahun Ini

Untuk memastikan agar mereka mau pindah ke ibu kota baru, nantinya kota baru ini akan dirancang untuk bisa ramah dan nyaman, sehingga, tak banyak menimbulkan permasalahan kota seperti kriminal.

Dirinya mengambil contoh kota Melbourne, yang mana kota ini tidak terlalu besar namun tetap menyenangkan untuk ditinggalkan. Meskipun kota ini juga menjadi pusat bisnis Australia tapi masyarakat sekitar tetap nyaman ditinggali.

"Karena kita tidak ingin kota terlalu besar yang timbulkan permasalahan kota itu sendiri. Misal melbourne, tidak sepi tapi memang menyenangkan untuk ditinggali. Tidak ada kecepatan dan lain-lain. Tidak desain kota ramai, besar, karena ini hanya jadi pusat pemerintahan," katanya.

Sementara itu lanjut Bambang, meskipun ibu kota pindah dar Jakarta, namun kota ini tidak akan sepi. Sebab Jakarta akan tetap menjadi pusat bisnis Indonesia.

"Jakarta tetap jadi pusat dagang, ekonomi, bisnis. Lihat Washington DC dan New York," kata Bambang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini