nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta di Balik Proyek Krakatau Steel yang Dipaksakan Telan Kerugian Rp10 Triliun

Feby Novalius, Jurnalis · Sabtu 27 Juli 2019 06:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 25 320 2083539 fakta-menarik-proyek-krakatau-steel-yang-dipaksakan-telan-kerugian-rp10-triliun-T7EVWvkqKS.jpg Krakatau Steel (Foto: Okezone)

4. Kejanggalan Proyek

Dewan Komisaris PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menyayangkan keputusan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memaksakan pengujian blast furnace ini untuk selesai hanya dalam waktu dua bulan. Padahal, ada banyak item yang harus diuji kehandalan dan keamanannya.

Komisaris Independen Krakatau Steel Roy Maningkas mengatakan, proyek ini seharusnya tidak boleh hanya dilakukan uji coba selama dua bulan saja. Apalagi dalam kontraknya, proyek ini harus dilakukan pengujian minimal 6 bulan.

“Enggak punya pengalaman. Sekarang mereka berproduksi dengan membuang gas holdernya ke udara. Artinya ada satu tekanan pokoknya jadi dulu dah urusan mah belakangan,” ujarnya.

Roy menambahkan, alasan mengapa Kementerian BUMN memerintahkan hanya dilakukan pengujian dua bulan karena tiga hal. Alasan pertama adalah jangan sampai adanya temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

5. Bos Krakatau Steel Membenarkan Pernyataan Roy Maningkas

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk membenarkan pernyataan soal proyek blast furnace yang mampu merugikan perusahaan hingga Rp10 triliun. Proyek serba salah tersebut diungkap oleh Komisaris Independen Krakatau Steel Roy Maningkas.

Saat dikonfirmasi langsung, Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengakui banyak pekerjaan rumah (PR) perusahaan yang harus dibereskan ke depannya. Salah satu proyek yang dia benarkan adalah blast furnace.

"Itu PR Masa lalu yang saya sedang bereskan," ujarnya. (fbn)

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini