Yuan China Melorot, Terendah Sejak Satu Dekade

Selasa 06 Agustus 2019 10:14 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 06 278 2088258 yuan-china-melorot-terendah-sejak-satu-dekade-mc9Xen15xF.jpg Foto: Yuan China

TOKYO - Kurs yuan China di pasar luar negeri jatuh ke level terendah sepanjang masa pada perdagangan Selasa pagi, setelah pemerintah Trump menyebut Beijing sebagai manipulator mata uang, menandai peningkatan tajam dalam perang perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia.

Langkah ini juga mendorong dolar AS turun terhadap yen dan euro sementara saham berjangka AS jatuh di tengah kekhawatiran konflik perdagangan dengan China akan merusak pertumbuhan ekonomi AS serta keuntungan perusahaan.

 Baca Juga: Rupiah Pagi Ini Bergerak Liar ke Rp14.342/USD

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan bahwa pemerintah telah menentukan bahwa China memanipulasi mata uangnya dan bahwa Washington akan terlibat dengan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk menghilangkan persaingan tidak adil dari Beijing.

Tindakan AS itu terjadi setelah China membiarkan yuan melemah melewati level kunci tujuh per dolar pada Senin (5/8/2019) untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade, menyusul keputusan Trump untuk mengenakan tarif tambahan 10% pada USD300 miliar impor dari China, mengakhiri gencatan senjata perdagangan selama sebulan.

"Trump telah menghantam China dengan banyak tarif, kami tidak yakin apa lagi yang bisa dia lakukan sekarang karena dia menyatakan China manipulator mata uang," kata Takuya Kanda, manajer umum penelitian di Research Institute di Tokyo.

“Perang dagang telah memasuki fase baru dan kami sangat tidak yakin apa yang akan terjadi selanjutnya. Ketidakpastian jenis ini akan membuat yuan lemah dan dolar melemah terhadap yen,"

 Baca Juga: Perang Mata Uang, Dolar AS Anjlok

Yuan di luar negeri jatuh ke 7,1265 per dolar AS, terendah sepanjang masa. Demikian dikutip Antaranews, Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Dolar AS turun 0,3% terhadap yen Jepang menjadi 105,61. Greenback sebelumnya merosot ke 105,51 yen, terendah sejak kejatuhan pada Januari yang mengguncang pasar mata uang.

Euro naik 0,3% terhadap dolar AS menjadi 1,1238, level terkuat sejak 19 Juli.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini