Sedang Booming, KPPU Minta Pelaku Usaha Kopi Bersaing Secara Sehat

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 31 Agustus 2019 14:50 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 31 320 2098974 sedang-booming-kppu-minta-pelaku-usaha-kopi-bersaing-secara-sehat-Z4Y8uqjWqk.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan mengawasi persaing pada bisnis kopi di tanah air. Karena saat ini, industri kopi sedang naik daun tak hanya dari hulu dari sisi hilirnya juga tengah menjadi primadona masyarakat Indonesia.

Komisioner KPPU Kodrat Wibowo mengatakan saat ini pihaknya baru mengawasi di sisi hulunya saja. Sedangkan pengawasan perlu dilakukan baik dari sisi hulu maupun hilirnya.

Menurut Kodrat, persaingan usaha ini sudah tertuang dalam Undang-Undang Nomor 5 tahun 1999. Aturan ini memiliki mengatur tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, yakni menjaga kepentingan umum meningkatkan efisiensi nasional untuk mensejahterakan rakyat, menjamin kesempatan berusaha yang sama bagi pelaku usaha besar, menengah, dan kecil, mencegah praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat, dan efektivitas dan efisiensi kegiatan usaha.

“Kami mengawasi baru pada tahap di hulu. Belum sampi ke pasar hilir. Uniknya dari hilir saja berbeda-besa karakteristiknya. Bukan dari kopi tapi juga peminat. Ini hal penting untuk sama sama belajar,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (31/8/2019).

Menurut Kodrat, Sebagaimana industri lainnya pun, persaingan juga terjadi di industri kopi. Komidit kebanggaan Indonesia yang akhir-akhir ini menjadi salah satu primadona di pasar domestik dan internasional.

“Apresiasi kopi di masyarakat sedang tumbuh luar biasa. Kopi itu kan ada kultur persodaranan kopi itu kan ada tempat ketemuan.Memang dari segi kolaborasi sangat kuat,” jelasnya.

Menurut Kodrat yang paling penting bagi produk-produk kopi dalam negeri untuk menjawab tantangan dari produk luar negeri adalah dengan mempertahankan cita rasnnya. Karena menurutnya, yang membuat produk kopi banyak disukai adalah originalitasnya.

“Menjadi tantangan ini adalah origin. Apakah origin lokal cukup kompetitif. Mungkin mempush para petani untuk lebih baik,” ucapnya.

Sementara, Direktur Santos Jaya Abadi, Adi Haryono menyatakan pertumbuhan industri kopi yang cenderung meningkat. Hal tersebut terlihat dari semakin bertumbuhnya coffee shop dan produsen kopi.

Mengenai banyaknya produsen kopi dan kedai kopi yang bermunculan, dirinya justru menyambutnya dengan positif dengan bersaing secara sehat. Misalnya dengan memproduksi produk-produk baru yang berkualitas tinggi, rasanya enak, dan sesuai dengan permintaan pasar.

"Berbagai inovasi baru, termasuk dalam hal distribusi pemasaran juga dilakukan untuk menanggapi meningkatnya permintaan pasar akan produk yang baik dan berkualitas, sesuai dengan selera masyarakat," jelas Adi

Sementara itu, Head of Corporate Communication PT Kapal Api Global, Pangesti Bernardus, untuk menciptakan iklim persaingan usaha yang sehata, pihaknya berinisiatif untuk bekerja sama dengan petani yang dijalin melalui berbagai cara. Hal ini juga sekaligus untuk mendapatkan kualitas kopi yang lebih baik, sustainability produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

"Misalnya kita lakukan pendampingan dalam proses penjemuran, roasting, dan proses-proses lainnya, sehingga kualitas kopi arabika yang diperoleh. Langkah lain yang tak kalah penting adalah mencarikan konsumen kopi yang sesuai, sehingga petani bisa mendapatkan manfaat yang terbaik," jelasny

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini