nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Iuran BPJS Naik, Peserta Mandiri Jadi Penyebab Terbesar Defisit

Rizqa Leony Putri , Jurnalis · Kamis 12 September 2019 07:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 11 320 2103634 iuran-bpjs-naik-peserta-mandiri-jadi-penyebab-terbesar-defisit-n6drqSWSGV.jpg Ilustrasi BPJS Kesehatan (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kenaikan iuran BPJS telah resmi diputuskan oleh pemerintah setelah melalui beberapa pertimbangan. Besaran kenaikan iuran tersebut meliputi kelas I dari Rp80.000 menjadi Rp160.000, kelas 2 dari Rp59.000 jadi Rp110.000. Sementara kelas III diusulkan dari Rp25.500 menjadi Rp42.000.

Terkait kenaikan tersebut, terdapat beberapa fakta seputar BPJS Kesehatan yang wajib diketahui, berdasarkan data Kementerian Keuangan, Rabu (11/9/2019), diantaranya yaitu, kenaikan iuran BPJS Kesehatan akan diiringi perbaikan sistem JKN secara keseluruhan. Kenaikan iuran ini juga telah dibahas bersama Kementerian Koordinator PMK, Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan hingga DJSN.

Selama 2018, total pemanfaatan layanan kesehatan melalui JKN mencapai 233,9 juta layanan. Secara rata-rata jumlah layanan kesehatan melalui JKN mencapai 640.822 layanan setiap hari. Meski begitu, sebanyak 96,6 juta penduduk miskin dan tidak mampu, iurannya dibayarkan pemerintah. Sementara 37,7 juta jiwa lainnya iurannya dibayar oleh Pemda.

Sementara itu, salah satu penyebab naiknya iuran BPJS Kesehatan ini adalah karena prinsip gotong-royong dalam program JKN tidak berjalan, dimana yang kaya seharusnya membantu yang miskin dengan mengiur lebih. Tak heran, peserta mandiri menjadi penyebab terbesar defisitnya JKN.

Selain itu, bagi peserta mandiri kelas 3 yang merasa tidak mampu dapat dimasukan ke dalam Basis Data Terpadu Kemensos. Sehingga berhak masuk PBI yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah.

Baca Selengkapnya: 10 Fakta di Balik Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Nomor 8 Bikin Lega

(rhs)

Berita Terkait

Top News Economy

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini