nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Prancis Akan Cegah Pengembangan Uang Kripto di Eropa

Jum'at 13 September 2019 20:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 13 320 2104580 prancis-akan-cegah-pengembangan-uang-kripto-di-eropa-gB1SzgyKAt.jpg Mata uang kripto (Reuters)

PRANCIS - Prancis memperingatkan akan menghambat usaha Facebook untuk meluncurkan mata uang kripto yang disebut Libra di Eropa, karena hal itu bisa membahayakan “kedaulatan keuangan” tiap pemerintah.

Ini dikatakan oleh Menteri Keuangan Prancis, Bruno Le Maire pada pembukaan konperensi OECD tentang mata uang kripto.

 Baca juga: Kritik Mata Uang Kripto Libra, Senator AS: Facebook Itu Berbahaya

Melansir VoA Indonesia, Facebook mengumumkan bulan Juni akan meluncurkan mata uang kripto Libra pada paruh pertama tahun depan. Kata Facebook, Libra akan ditopang oleh sejumlah mata uang asing untuk mencegah fluktuasi nilai yang besar, seperti yang terjadi dengan mata uang kripto bitcoin dan lainnya.

 Libra

Tapi beda dengan bitcoin, kontrol atas nilai Libra akan dipercayakan pada sebuah asosiasi nirlaba yang berkantor di Swiss. Pendukung Libra termasuk perusahaan kartu kredit Visa, MasterCard dan PayPal, serta taksi online Uber dan Lyft.

 Baca juga: Facebook Luncurkan Mata Uang Digital Bernama Libra

Prancis sangat menentang Libra karena katanya akan merupakan ancaman bagi ”kedaulatan keuangan” banyak negara di Eropa yang bisa ditimbulkan oleh satu perusahaan yang punya lebih dari dua milyar pelanggan di seluruh dunia.

Salah satu keprihatinan adalah kemungkinan mata uang Libra akan mendorong orang untuk melepaskan mata uang nasional apabila terjadi krisis keuangan. Ini, katanya akan menyulitkan usaha pemerintah untuk menstabilkan perekonomian.

 Baca juga: Mata Utang Digital Libra Facebook Berpeluang Dipakai di Indonesia

Facebook mengiklankan Libra sebagai mata uang yang bisa digunakan oleh lebih dari satu milyar orang yang tidak punya akun bank, atau orang-orang yang menggunakan layanan di luar bank seperti perusahaan “payday loans” yang memungkinkan orang meminjam uang tunai dengan jaminan gaji yang belum diperolehnya. Dari Washington, saya Isa Ismail.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini