nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lagi-Lagi, ICP dan Lifting Minyak 2020 Diubah

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 16 September 2019 15:58 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 16 20 2105469 lagi-lagi-icp-dan-lifting-minyak-2020-diubah-LvciCtsCnH.jpg Ilustrasi Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan panja draft RUU APBN 2020. Pengesahan itu dilakukan dalam rapat bersama eselon I. Kementerian Keuangan (Kemenkeu), di Kompleks DPR Senayan , Jakarta.

"Jadi untuk RUU tentang APBN 2020, dari judul sampai dengan Pasal 14 dapat kita setujui ya," kata Wakil Ketua Banggar Jazilul Fawaid, Senin (16/9/2019).

Baca Juga: Banggar DPR dan Kemenkeu Maraton Bahas RAPBN 2020

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemenkeu Hadiyanto mengatakan bahwa panja draft RAPBN 2020 pada umumnya tidak ada perubahan. Tapi ada beberapa perubahan kesepakatan panja.

Infografis RAPBN 2020

"Dapat kami bacakan asumsi makro 2020 (untuk harga minyak mentah Indonesia/ICP) diperkirakan kisaran USD63 per barel. Sementara lifting minyak 755 ribu barel per hari. Itu perubahannya," ungkap dia.

Baca Juga: Pagi-Pagi Sri Mulyani ke DPR Bahas RAPBN 2020

Kemudian, lanjut dia ada tambahan untuk menyamakan nomenklatur pada panja draft RAPBN 2020. "Di mana pendapatan sumber daya alam non minyak dan gas bumi kehutanan ada perubahan," ungkap dia.

Sebelumnya, Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyetujui perubahan postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 yang diajukan pemerintah. Dalam postur sementara RAPBN 2020 ini, terjadi perubahan pada angka pendapatan maupun penerimaan negara.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kerangka asumsi makro 2020 terjadi perubahan terhadap tiga indikator. Seperti harga minyak mentah diubah menjadi USD63 per barel dari semula USD65 per barel.

"Sedangkan untuk lifting minyak bumi, hasil panja pemerintah dan DPR menyepakati adanya peningkatan menjadi 755 ribu barel per hari, dari semula 734 ribu barel per hari," ujar dia di Gedung DPR RI Jakarta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini