nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia Beri Prioritas Impor Beras hingga Daging Kerbau dari India

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 16 September 2019 21:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 16 320 2105666 indonesia-beri-prioritas-impor-beras-hingga-daging-kerbau-dari-india-ZS3BvmNm0m.jpg Mendag Enggartiasto Lukita (Foto: Okezone.com/Yohana Artha Uly)

JAKARTA - Indonesia memperkuat kerjasama perdagangan dengan India. Hal itu ditandai dengan menjadikan India sebagai negara utama pemasok kebutuhan impor komoditas gula mentah (raw sugar), daging kerbau, dan beras.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan, hal itu sebagai timbal balik dari disepakatinya oleh India kesamaan tarif bea masuk impor komoditas sawit dan turunannya dari Indonesia dengan Malaysia. Di sisi lain, India juga menjadikan Indonesia sebagai negara prioritas impor kelapa sawit ke negara tersebut.

 Baca juga: Impor RI Capai USD14,2 Miliar, Turun 15%

Sebelumnya, India menerapkan tarif bea masuk kelapa sawit lebih rendah pada Malaysia sebesar 45%, sedangkan Indonesia sebesar 50%. Hal itu terjadi sejak 1 Januari 2019, karena kedua negara tersebut memiliki Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif (CECA).

 Enggartiasto (Yohana)

"Kemarin soal tarif saya dapat kabar sudah keluar, kini tarif Indonesia dan Malaysia sama. Jadi bagaimana hubungan kita dengan India ini bisa meningkat, maka kita memenuhi permintaan India," jelas Enggar dalam acara Pameran Produk Multi Road, dengan fokus pada ekspor Daging Kerbau, Beras, dan Gula dari India ke Indonesia, di Hotel Westin, Jakarta, Senin (16/9/2019).

 Baca juga: Tepok Jidat! Impor Migas Masih Jadi Penyebab Defisit Neraca Dagang

Enggar memastikan, dengan kesepakatan membuka akses pasar yang besar pada India, bukan berarti menambah jumlah impor ketiga komoditas tersebut ke Indonesia. Dia menekankan, impor akan dilakukan jika memang ada permintaan dari dalam negeri.

"Ini tidak tambah impor, hanya sumber impornya yang berubah, jadi dialihkan. Seperti raw sugar, yang semula kebutuhan industri itu dipenuhi dengan impor dari Thailand dan Australia, kini dari India," ungkapnya.

Terkait kemudahan akses pasar kelapa sawit Indonesia ke India, Enggar meyakini hal ini akan mendorong peningkatan ekspor sawit. Pada tahun 2018 ekspor produk minyak kelapa sawit ke Indonesia mencapai USD3,62 miliar.

 Baca juga: Impor dari China Terus Naik Capai Rp21,4 Triliun, Ternyata Ini Barangnya

"Dalam enam bulan kedepan diperkirakan bisa mengalami peningkatan ekspor sawit sebesar USD500 juta," kata Enggar.

Sementara itu, Duta Besar India Pradeep Kumar Rawat menyatakan, melalui penguatan kerjasama ini, maka target untuk mencapai perdagangan antara Indonesia-India sebesar USD50 miliar di 2025 akan tercapai. Target itu ditetapkan Presiden Joko Widodo saat melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri India Narendra Modi pada Juni 2019.

"Sehingga perlu juga mendesak perusahaan-perusahaan dari kedua negara untuk mengeksplorasi cara-cara diversifikasi perdagangan melalui barang-barang terfokus seperti daging kerbau, gula, dan beras," ujarnya.

Menurut, Pradeep selama 2018 hingga 2019 nilai perdagangan Indonesia dan India mencapai USD21,11 miliar. Oleh sebab itu, untuk mencapai target USD50 miliar tersebut, pihaknya melakukan kunjungan dengan membawa 40 delegasi bisnis.

Di mana Otoritas Pengembangan Ekspor Produk Pertanian (APEDA) India ditunjuk untuk membawa delegasi guna menawarkan produk daging kerbau, beras, dan gula mentah ke pasar Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini