nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI Sempurnakan Pengaturan Rasio Intermediasi Makroprudensial

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 19 September 2019 17:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 19 20 2106909 bi-sempurnakan-pengaturan-rasio-intermediasi-makroprudensial-OsVpVfY5aT.jpg Gubernur BI Perry Warjiyo saat RDG BI September 2019 (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)

JAKARTA – Bank Indonesia melakukan penyempurnaan pengaturan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dan RIM Syariah yang diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) 18-19 September 2019. Rencananya aturan ini akan berlaku mulai 2 Desember 2019 mendatang.

Adapun penyempurnaan ini dilakukan dengan menambahkan komponen pinjaman atau pembiayaan yang diterima bank, sebagai komponen sumber pendanaan bank dalam perhitungan RIM konvensional dan Syariah.

 Baca juga: BI Beri Sanksi Keras bagi Bank Tak Terapkan Aturan RIM

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, penyempurnaan aturan tersebut untuk meningkatkan kapasitas penyaluran kredit perbankan dan mendorong permintaan kredit pelaku usaha. Asal tahu saja pada Maret lalu BI telah melonggarkan RIM dari 82 hingga 92% menjadi 84 hingga 94%.

 Bank Indonesia

“RIM kita perlonggar karena sekarang sudah mencapai 93,1% sehingga kita tidak ingin RIM menjadi kendala bank dalam pembiayaan kredit,” ujarnya dalam acara konferensi pers di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (19/9/2019).

 Baca juga: Dorong Pertumbuhan Kredit Perbankan, BI Keluarkan Aturan Baru

Perry menambahkan, kebijakan untuk mendorong pertumbuhan kredit ini tetap dilakukan dengan memerhatikan prinsip kehati-hatian. Oleh karena itu, BI hanya mendorong bank yang memiliki kualitas kredit yang baik dengan nonperforming loan (NPL) rendah dan ketahanan modal yang memadai untuk melakukan ekspansi kredit atau pembiayaan.

Di sisi lain lanjut Perry, pelonggaran RIM juga sebagai respon pemerintah untuk mengantisipasi kondisi perekonomian global Pada saat ini kondisi perekonomian global masih belum pasti.

Baca juga: RIM Dilonggarkan, Penyaluran Kredit Diharapkan Tumbuh 12%

Hal tersebut menyusul perang dagang antara Amerika Serikat dengan China yang tak kunjung rampung. Imbasnya, perdagangan internasional pun terganggu.

"Kita juga melonggarkan RIM itu yang sudah kita lakukan. Jadi langkah ini sekaligus antisipasi dampak negatif ketegangan perdagangan dunia," ucapnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini