nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

6 Fakta Sinyal Resesi Global hingga Ekonomi RI Sering Masuk Angin

Maghfira Nursyabila, Jurnalis · Sabtu 21 September 2019 09:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 20 20 2107235 6-fakta-sinyal-resesi-global-hingga-ekonomi-ri-sering-masuk-angin-AvBV0jwl5J.jpg Fakta Sinyal Resesi Global (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Perekonomian global dikabarkan tengah unjuk tanduk. Pasalnya, perekonomian global kini terus mengalami penurunan setiap triwulannya.

Bayang-bayang resesi ekonomi global ini membuat negara-negara dunia pun mulai khawatir. Tak terkecuali juga Indonesia, apalagi pada tahun lalu ekonomi dalam negeri banyak diterpa masalah global.

 Baca Juga: Benarkah Ekonomi Indonesia Terancam Resesi? Ini Kata Gubernur BI

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah mengingatkan kepada para pengusaha untuk bersiap diri menghadapi resesi ekonomi global. Menurut Jokowi, resesi ekonomi global diperkirakan akan datang dalam jangka waktu 1,5 tahun ke depan.

Okezone merangkum fakta-fakta menarik mengenai sinyal resesi global, Jakarta, Sabtu (21/9/2019):

1. BI Menilai Ekonomi RI 2019 di Bawah Titik Tengah

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia terpengaruh kondisi global saat ini. Di mana, kondisi perekonomian global sedang kurang menguntungkan.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, ekspor diperkirakan belum membaik seiring permintaan global dan harga komoditas yang menurun. Meskipun beberapa produk ekspor manufaktur seperti kendaraan bermotor tetap tumbuh positif.

"Kondisi ini berdampak pada belum kuatnya pertumbuhan investasi, khususnya investasi nonbangunan," ujarnya dalam konferensi pers, Jakarta.

 Baca Juga: Jokowi Sebut Resesi Ekonomi Global Akan Terjadi 1,5 Tahun ke Depan

2. Benarkah Ekonomi Indonesia Terancam Resesi? Ini Kata Gubernur BI

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, masyrakat tidak perlu khawatir jika Indonesia akan mengalami resesi. Pasalnya, saat ini ekonomi Indonesia masih tumbuh stabil di kisaran 5%.

Menurut Perry, pada tahun ini Indonesia diperkirakan mengalami pertumbuhan dikisaran 5,1%. Sedangkan tahun depan ekonomi Indonesia diperkirakan bisa tumbuh dikisaran 5,3%.

Sedangkan inflasi juga pemerintah masih bisa dijaga pada level rendah Diperkirakan, inflasi tahun ini berada di bawah target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yakni 3,5% plus minus 1%.

 Infografis RAPBN 2020

3. Ekonomi RI Gampang Masuk Angin, Kok Bisa?

 

Kondisi perekonomian Indonesia saat ini dinilai kurang baik. Bila melihat hasil dari penggunaan uang negara tersebut, dampaknya masih kecil apalagi soal kemiskinan.

Head of Research Data Indonesia Herry Gunawan mengatakan, beban pemerintah paling besar adalah belanja infrastruktur dan belanja sosial. Khusus untuk belanja sosial diperuntukan salah satunya mengurangi tingkat kemiskinan.

“Kalau kita rata-rata, belanja sosial itu naik terus untuk orang miskin ya. Tapi anehnya angka kemiskinan turunnya pun tidak gede," jelasnya, di Apollo Cafe, Jakarta.

 

4. Jokowi Sebut Resesi Ekonomi Global Akan Terjadi 1,5 Tahun ke Depan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada para pengusaha untuk bersiap diri menghadapi resesi ekonomi global. Menurut Jokowi, resesi ekonomi global diperkirakan akan datang dalam jangka waktu 1,5 tahun ke depan.

Jokowi mengatakan, beberapa negara saat ini sudah mengalami resesi, di antaranya Turki, Argentina, hingga Meksiko. Kemudian ada beberapa negara yang diprediksi akan mengalami resesi susulan. Bahkan negara-negara adidaya seperti Amerika Serikat hingga China yang berada dalam bayang-bayang resesi.

"Kemungkinan potensi resesi 1,5 tahun yang akan datang mulai dikalkulasi, dihitung-hitung dan beberapa negara sudah masuk proses resesi ekonomi,” ujarnya dalam acara Munas Hipmi ke-16 di Hotel Sultan, Jakarta.

 Sinyal Resesi

5. Sri Mulyani: Setiap Cuitan Trump Pengaruhi Proyeksi Ekonomi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka suara terkait kondisi perekonomian global saat ini. Menurut Sri Mulyani, kondisi perekonomian global yang masih tidak stabil saat ini dipengaruhi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Setiap ada ucapan yang terlontar dari Trump, baik secara langsung ataupun lewat akun Twitter menimbulkan gejolak pada perekonomian global.

"Kalau kita lihat policy Amerika Serikat itu mempengaruhi ekonomi seperti cuitan di Twitter Presiden Trump mempengaruhi proyeksi ekonomi," ujar Sri Mulyani di Djakarta Teater, Jakarta.

Sebagai salah satu contohnya adalah mengenai cuitannya tentang pengenaan tarif impor produk China yang masuk ke Amerika Serikat. Hal ini membuat perang dagang antara Amerika Serikat dan China semakin memanas.

6. Resesi Bayangi Ekonomi, Jokowi: Kita Harus Siapkan Diri

 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri musyawarah nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Presiden Joko Widodo mengingatkan soal pergerakan ekonomi global yang diambang resesi.

Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi ekonomi global pada saat ini masih belum stabil. Ketidakpastian global masih membayang-bayangi perekonomian Indonesia.

“Sudah sering saya katakan bahwa ekonomi dunia penuh dengan ketidakpastian, perang dagang, tekanan eksternal baik berupa kemungkinan potensi resesi sudah mulai dihitung oleh para pakar,” ucapnya saat membuka acara Munas HIPMI ke-16 di Hotel Sultan, Jakarta

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini