nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Akan Beroperasi, 30.000 Kendaraan Diprediksi Lewati Tol Kunciran-Serpong Tiap Harinya

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 20 September 2019 15:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 20 320 2107291 akan-beroperasi-30-000-kendaraan-diprediksi-lewati-tol-kunciran-serpong-tiap-harinya-lsRJsLptlf.jpg Gerbang Tol (Okezone)

TANGERANG - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan ruas tol Kunciran-Serpong akan beroperasi pada akhir Oktober 2019. Ruas tol ini sudah ditunggu-tunggu kehadirannya oleh masyarakat sekitar.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit mengatakan, dengan pengoperasiannya ruas tol ini diperkirakan Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) atau jumlah kendaraan yang akan melewati jalan tol ini adalah sekitar 30.000 kendaraan. Tentunya dengan catatan jika jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 sudah mulai beroperasi secara full.

Baca juga: Menteri Basuki Targetkan Tol JORR II Beroperasi Maret 2020

Asal tahu saja, jalan tol JORR ini diperkirakan bisa beroperasi pada Maret 2020 mendatang. Adapun saat ini baru jalan tol Cinere-Jagorawi saja yang sudah diresmikan dan beroperasi.

Jalan Tol

"Kunciran Serpong 30.000 kendaraan per hari tapi nanti data pastinya," ujarnya saat ditemui di Gerbang Tol Parigi, Tangerang, Jumat (20/4/2019).

Baca juga: Beroperasi Oktober, Tarif Tol Kunciran-Serpong Rp1.000/Km

Danang menjelaskan saat ini progres konstruksi dari Kunciran-Serpong adalah 98%. Ruas tol ini nantinya akan dioperasikan bersamaan dengan ruas tol Cinere-Jagorawi (Cijago) yang masuk dalam bagian jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) II.

"Progres konstruksi 98%, termasuk paling cepat dioperasikan selain Cijago seksi II," ucapnya.

Menurut Danang dengan dioperasikannya ruas tol ini bisa memecah kendaraan yang selama ini menumpuk di JORR. Apalagi kendaraan berat yang akan menuju Pelabuhan, nantinya memiliki banyak alternatif jika ruas tol ini ataupun jalan tol JORR 2 beroperasi secara keseluruhan.

"Menjadi alternatif ke Tangerang merak dengan Serpong-BSD dan juga Serpong-Balaraja. Ini bisa memecah trafik sebagian dari mereka sehingga beban kendaraan berat bisa berkurang," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini