nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Setelah Green Bond Terbitlah Blue Bond, Apa Itu?

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 08 Oktober 2019 18:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 08 20 2114419 setelah-green-bond-terbitlah-blue-bond-apa-itu-PKUstuzq6m.jpeg Surat Utang (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah bakal menerbitkan Blue Bond, yakni surat utang yang berwawasan kelautan. Surat utang tersebut sama seperti Green Bond, yang berwawasan lingkungan dan lebih dahulu diterbitkan pada Juli 2018.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menjelaskan, tujuan penerbitan Blue Bond untuk mencapai pembangunan kelautan Indonesia yang berkelanjutan.

Baca Juga: Pemerintah Matangkan Konsep Blue Bond, Ditargetkan Terbit Tahun Depan

Dalam roadmap pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) Indonesia hingga 2030 ada 17 tujuan, dimana tujuan ke-14 merupakan melestarikan dan memanfaatkan secara berkelanjutan sumber daya laut, samudera dan maritim untuk pembangunan yang berkelanjutan.

"Berbeda dengan goverment bond biasanya yang diterbitkan untuk menutup defisit APBN. Kalau ini diterbitkan dengan programnya yang spesifik dan target yang jelas," ujarnya di temui usai acara SDGs Annual Conference 2019 terkait Laut Berkelanjutan di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Bambang Brodjonegoro dalam Seminar Nasional  

Penerbitan Blue Bond memang sudah dikaji sejak akhir tahun 2018, pemerintah sendiri menargetkan tahun depan obligasi ini bisa terbit. Saat ini, pihak Bappenas dengan menggandeng kementerian lainnya tengah mematangkan konsep program kelauatan yang akan didanai Blue Bond.

"Misalnya program mangrove, itu harus jelas berapa hektare, apa tanam baru atau rehabilitasi, apa ke daerah yang membutuhkan mangrove, terutama yang rawan bencana? Terus bisa juga untuk rehabilitasi terumbu karang, bisa juga untuk penguatan sisi perikanannya sendiri. Jadi programnya harus sangat jelas," papar Bambang.

bambang brodjonegoro

Bambang menyatakan, program yang ditawarkan memang harus jelas agar mampu menggaet investor untuk menanamkan dananya di Blue Bond. Sebab, program yang matang menjadi pertimbangan investor untuk melihat keseriusan pemerintah dalam penerbitan obligasi tersebut.

"Investor kan enggak mau kalau uangnya lari kemana-mana (diluar tujuan penerbitan bond). Sebenernya return-nya lebih menguntungkan buat Indonesia, dengan catatan pemerintah memang harus lakukan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan lingkungan kelautan," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini