Ini Penyebab Gojek dan Grab Sukses Jadi Super-app!

Rizqa Leony Putri , Jurnalis · Selasa 08 Oktober 2019 17:44 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 08 320 2114372 ini-penyebab-gojek-dan-grab-sukses-jadi-super-app-7mXr7iRy3r.jpg Ojol (Okezone)

JAKARTA – Layanan transportasi digital berbasis panggilan (ride hailing) di Indonesia memang telah muncul ke permukaan dan tentunya tengah naik daun saat ini. Menawarkan kemudahan dan efisiensi waktu kepada para penggunanya membuat alternatif transportasi ini makin digandrungi masyarakat.

Bukan rahasia lagi bahwa transportasi online telah mengubah wajah industri mobilitas masyarakat menuju tujuannya masing-masing. Baru-baru ini, perusahaan pemantau pasar teknologi global, ABI Research mencatat pada 2018 hampir 22 miliar perjalanan melalui transportasi online di seluruh dunia terselesaikan. Pasalnya, di 2019 jumlah perjalanan yang dilayani akan mencapai Rp28 miliar.

 Baca juga: Memprihatinkan, Transportasi Umum di Daerah Tergerus dengan Gojek Cs

Grab sendiri dikabarkan menguasai 64 persen pangsa pasar di Indonesia. Sementara Gojek yang memegang pangsa pasar 5 persen dari perjalanan yang diselesaikan di Asia Pasifik juga secara besar-besaran, mendorong ke layanan berbasis permintaan lainnya. Bahkan, perusahaan mengklaim bahwa ride hailing mewakili kurang dari seperempat dari nilai barang bruto keseluruhannya.

 Okezone

“Mengingat Indonesia sendiri menyumbang 40 persen dari PDB Asia Tenggara, Grab menawarkan GrabExpress, GrabFood, GrabFresh, GrabPay, dan GrabFinancial, berbicara banyak tentang peluang aliran pendapatan yang lebih besar di luar model naik-naik tradisional,” kata James Hodgson, Analis Utama Mobilitas Cerdas di ABI Research melansir Entrepreneur, Jakarta, Selasa (8/10/2019).

 Baca juga: Driver Ojol Bakal Pakai Motor Listrik?

Namun apa yang membuat penggunaan tranportasi online seperti Gojek dan Grab menjadi super-app?

Hal ini dikarenakan ada kecenderungan ke arah sesuatu yang dapat membantu mengurangi risiko yang terjadi saat mencapai tempat tujuan, dan semua aplikasi ini melakukan hal itu. Jika memikirkan pengalaman pelanggan, pengguna tidak lagi diharuskan untuk menyimpan beberapa aplikasi di layar mereka, dan seiring waktu menjadi komoditas yang semakin bernilai, pelanggan akan selalu mencari cara baru yang menghemat lebih banyak waktu mereka. Hal itulah yang mendorong perilaku konsumen ini.

 Baca juga: De Javu Taksi Pangkalan vs Blue Bird, Kini Opang Tergilas Gojek dan Grab

“Karena semakin banyak orang bergabung dengan 'super-app' ini, akan semakin sulit untuk mengubah perilaku kembali menjadi harus pergi ke banyak tempat untuk menyelesaikan sesuatu. Semua orang ada di aplikasi ini, dan untuk memberikan alternatif apa pun ke pasar berarti mengatasi rintangan partisipasi,” kata mitra pengelola di RUMJog Enterprises Tom Young me

(rzy)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini