nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banyak Bos BUMN Terkena Kasus Korupsi, Ini Tanggapan Komut BTN

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 08 Oktober 2019 19:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 08 320 2114415 banyak-bos-bumn-terkena-kasus-korupsi-ini-tanggapan-komut-btn-09pzgEZt1w.jpg Asmawi Syam (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisaris Utama Bank BTN Asmawi Syam buka suara terkait banyaknya bos-bos Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terkena kasus korupsi belakangan ini. Apalagi, dirinya juga pernah malang melintang sebagai Direksi di perusahaan BUMN.

Menurut Asmawi, seharusnya para jajaran Direksi ini lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Dirinya mengatakan, dalam mengambil keputusan harus berdasarkan governance yang sehat.

 Baca juga: BPS: Perilaku Anti Korupsi Masyarakat Makin Naik

“Iya memang di lapangan kadang-kadang banyak hal yang harus kita lakukan pengambilan keputusan, pengambilan keputusan itu harus berdasarkan praktek-praktek good governance yang sehat,” ujarnya saat ditemui di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Menurut Asmawi, sebenarnya di Kementerian BUMN sendiri selalu mengawasi dan mengingatkan kepada jajaran Direksi BUMN. Bahkan, dalam hal menyeleksi jajaran Direksi pun dilakukan dengan asas good governance.

 Baca juga: Korupsi Bisa Dilawan dengan Sistem Audit Keuangan Negara yang Profesional

“Memang sebenarnya kita di bumn udh ada governance good governance harus kita jaga bahwa seorang Direksi itu pejabat bumn itu selalu diingatkan oleh Menteri diingatkan oleh para Deputi bahwa kita harus selalu menegakkan prinsip-prinsip good governance,” jelasnya.

Hal itu juga yang menjadi pegangan dirinya ketika menjabat sebagai Direksi BUMN. Oleh sebab itu, hingga saat ini dirinya tidak pernah terkena ataupun tersandung kasus apapun yang bisa merugikan uang negara.

 Baca juga: Mentan Blacklist Importir yang Terjerat KPK soal Suap Bawang Putih

“Ya menurut saya sepanjang itu kita jadikan sebagai pegangan sbg patokan kita utk bekerja saya kira insya Allah kita akan aman bekerja,” kata Asmawi.

Sebagai informasi, 10 direksi yang terjerat kasus korupsi mulai dari Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) Muhammad Firmansyah Arifin dan Direktur Keuangan PT PAL Saiful Anwar. Keduanya menjadi tersangka kasus gratifikasi pada Juli 2017 lalu.

Lalu Direktur Utama PT Asuransi Jasindo (Persero) Budi Tjahjono pada pertengahan tahun 2018, lantaran diduga menerima imbalan sebesar Rp15 miliar dalam pengadaan Asuransi Oil and Gas pada BP Migas pada KKKS tahun 2010-2012 dan tahun 2012-2014.

Kemudian ada Direktur Produksi dan Teknologi PT Krakatau Steel (Persero) Wisnu Kuncoro didakwa menerima suap Rp101,7 juta dan USD4.000 pada Maret 2019. Dilanjutkan dengan kasus Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir dengan dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama PLTU Riau-1 pada April 2019.

Lalu Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II (Persero) Andra Y Agussalam sebagai tersangka suap terkait pengadaan pekerjaan Baggage Handling System (BHS)‎ tahun ini pada Juli 2019. Juga Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Dolly Pulungan dan Direktur Pemasaran PTPN III I Kadek Kertha Laksana dalam kasus suap terkait distribusi gula di PTPN III tahun ini pada September 2019.

Terbaru, KPK menetapkan Direktur Utama Perindo Risyanto Suanda sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap kuota impor ikan tahun 2019, pada Selasa 24 September 2019. Kemudian Direktur Utama PT Inti Darman Mappangara sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap antar-BUMN pada Rabu 2 Oktober 2019.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini