nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemindahan Ibu Kota, Ide Hebat yang Tak Kunjung Terealisasikan

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 08 Oktober 2019 17:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 08 470 2114352 pemindahan-ibu-kota-ide-hebat-yang-tak-kunjung-terealisasikan-Ki16v8GR2X.jpg Desain Ibu Kota Baru. (Foto: Okezone.com/Kementerian PUPR)

JAKARTA - Guru Besar Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia Rhenald Khasali menekankan pentingnya sebuah ide untuk meraih kesuksesan. Sebab, tanpa ide yang brilian dan bagus, kesuksesan hanya angan-angan belaka.

Namun, selain ide diperlukan juga eksekusi yang baik. Tanpa itu ide sebagus apapun hanya menjadi sebuah wacana saja.

Baca Juga: Dukung Konektivitas Ibu Kota Baru, Jembatan Pulau Balang II Rampung 2020

Seperti pada tingkat birokrat, ditemukan banyak ide-ide bagus dan brilian. Namun sayangnya tidak diikuti oleh eksekusi yang matang. Salah satu yang tak kunjung terjadi adalah proses ide pemindahan ibu kota. Menurutnya, pemindahan ibu kota dinilai sangat bagus namun sayangnya tak kunjung terealisasi.

Ibu Kota Baru

Padahal ide ini sudah mucul sejak Presiden pertama RI yakni Soekarno. Kemudian penerusnya Presiden Soeharto hingga Susilo Bambang Yudhoyono tak kunjung terealisasi.

"Tapi sampai sekarang tidak juga ada implementasi karena memang sulit. Ada banyak hal yang membuat ide itu tidak terealisasi, mulai dari ketakutan pemimpin sebagai eksekutor hingga faktor eksternal seperti seperti masukan atau penolakan dari pihak lain," ujarnya dalam acara launching Leadership in Pratice di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa, (8/10/2019).

Baca Juga: Sri Mulyani Bakal Temui UEA, Sang Investor Ibu Kota Baru

Dalam upaya mengimplementasi sebuah ide, pasti akan ada banyak hal yang terjadi. Berbagai tentangan dan tantangan akan menghampiri. Salah satu yang menjadi ketakutan orang adalah takut untuk terkena pidana.

Memang jika seorang memiliki gagasan jelek atau buruk tidak akan mendapatkan cacian, namun ketika ide bagus dieksekusi dengan buruk bisa berakibat pada cacian bahkan bisa berakhir di jeruji besi.

Oleh karena itu, Rhenald mengatakan untuk menjadi pemimpin yang hebat, seseorang harus berani mengambil keputusan. Pemimpin hebat merupakan eksekutor dari ide-ide matang.

"Seperti pindah ibu kota, itu kan banyak yang menentang, mempertanyakan, minta uji dulu, kaji dulu. Itulah mengapa Indonesia tidak pernah ada perubahan sejak lama," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini