nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Intip Teknologi LRT Jabodebek yang Lebih Canggih dari MRT

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 13 Oktober 2019 17:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 13 320 2116379 intip-teknologi-lrt-jabodebek-yang-lebih-canggih-dari-mrt-vtqNPSpdIv.jpg Kereta LRT Jabodebek (Foto: Okezone.com/Giri)

JAKARTA - Light Rail Transist (LRT) Jabodebek disebut sebut akan lebih modern dan canggih dibandingkan kereta LRT Palembang maupun MRT Jakarta. Kereta yang warna bodinya mirip kostum Satria Baja Hitam ini nantinya tidak akan memiliki masinis.

 Baca Juga: Waktu Kedatangan LRT Jabodebek Dirancang Setiap 3 Menit

Menteri Koordinator bidang Kemartiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, kereta LRT ini memiliki teknologi moving block yang sama seperti kereta milik PT MRT Jakarta. Dengan teknologi ini memunginkan kereta bisa beroperasi tanpa masinis.

"Kemudian dengan moving block membuat lebih sederhana. Kemudian mengenai teknologinya sudah teknologi generasi ketiga. Sudah lebih bagus dari teknologi MRT," ujarnya saat ditemui di Stasiun Harjamukti Cibubur, Jakarta, Minggu (13/10/2019).

 Baca Juga: LRT Jabodebek Bakal Dioperasikan Tanpa Masinis

Menurut Menko Luhut, kereta LRT Jabodebek ini diproduksi oleh PT Inka (Persero) hasil kolaborasi dengan PT Len Industri (Persero). Untuk produksi kereta ini 60% di antaranya menggunakan bahan baku dari dalam negeri atau konten lokal.

"Ini kan hampir semua buatan dalam negeri kira-kira kurang lebih 60% local content, itu keretanya buatan LEN dengan INKA yang mereka sudah berkolaborasi. Ini kemajuan yang luar biasa buat anak-anak Indonesia," katanya.

 Kereta LRT Jabodebek

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, ini merupakan proyek pembuatan kereta LRT kedua yang dikerjakan oleh Inka. Sebelumnya, Inka juga menggarap kereta LRT di Palembang.

"Ini kedua kali Inka membangun LRT di Palembang jadi pasti lebih pintar ya nanti akan dikasih proyek lagi oleh pak Menko," ucapnya

Sementara itu, Direktur Utama Inka Budi Noviantoro mengatakan, dengan adanya teknologi moving block seperti kereta MRT Jakarta ini headway antar kereta hanya 2 menit saja. Hal ini juga dinilai akan menunjang target penumpang hingga 420.000 penumpang per hari.

"Tadi kan udah dibilangin pakai moving block, enggak pakai masinis canggihnya itu lah ini headway-nya hanya 2 menit. 1 jam dapat 30 kereta," ucapnya.

 Kereta LRT Jabodebek

Menurut Budi Noviantoro, teknologi moving block ini sudah dipelajari ketika dirinya masih bertugas di PT Kereta Api Indonesia (KAI). Ketika itu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Koordinator bidang Kemartiman Luhut Binsar Panjaitan menginginkan agar teknologi ini bisa diproduksi sendiri oleh Indonesia.

"Saya dulu berjuang sama pak Menko (Luhut) sama pak Budi Karya (Menhub) dulu moving block waktu saya dinas di kereta api karena saya lihat kalau hanya 5 menit 6 menit enggak banyak, enggak nyampe 420.000 penumpang per hari," ucapnya.

 Kereta LRT Jabodebek

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini