nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pabrik-Pabrik di Amerika Krisis, Apa Biang Keladinya?

Rizqa Leony Putri , Jurnalis · Selasa 15 Oktober 2019 17:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 15 20 2117251 pabrik-pabrik-di-amerika-krisis-apa-biang-keladinya-CxZoPkmCEF.jpg Bendera AS (Foto: Reuters)

JAKARTA - Perang dagang yang masih berlangsung hingga saat ini perlahan menghancurkan pabrik-pabrik di Amerika. Akan tetapi, hal itu bukanlah satu-satunya penyebab. Pemogokan karyawan di General Motors (GM) serta krisis Boeing 737 Max turut andil dalam krisisnya manufaktur Amerika.

Tiga tantangan inilah yang paling mengkhawatirkan para analis dan ekonom bahwa sektor manufaktur dapat berkontraksi untuk bulan ketiga berturut-turut di bulan Oktober. Output yang lebih rendah dari pabrik-pabrik Amerika pun diprediksi dapat menurunkan pertumbuhan PDB AS di kuartal ketiga dan keempat.

Baca juga: The Fed Perkirakan AS Tak Akan Alami Resesi

Melansir CNN, Jakarta, Selasa, (15/10/2019), ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina telah membebani permintaan global dan biaya input. Kesepakatan perdagangan mungkin dapat membantu, tetapi itu tidak akan mengurangi dampak dari pemogokan GM yang sedang berlangsung ataupun pendaratan tujuh bulan pesawat jet pekerja Boeing.

krisis

GM dan Boeing adalah dua perusahaan industri terbesar di Amerika Serikat. Namun perjuangan mereka akan mengurangi aktivitas pabriks secara masif pada bulan Oktober. Kapan pemogokan itu akan diselesaikan pun masih belum terdapat kejelasannya.

"Efek penuh dari pemogokan GM akan terasa dalam data Oktober," ujar CEO Institute of Supply Management Tom Derry. Ia pun tidak menyangka akan keluar dari wilayah kontraksi di bidang manufaktur dan situasi.

Pemogokan GM terjadi di mana 50.000 pekerja meninggalkan pekerjaan pada pertengahan September lalu. Hal ini masih belum terselesaikan hingga saat ini. Perusahaan itu menelan biaya USD90 juta sehari.

Gangguan juga berdesir melalui rantai pasokan pembuat mobil. Sekitar 10.000 perusahaan Amerika memasok GM dengan produk dan layanan, seperti jok mobil dan chip komputer. Banyak yang harus mengurangi produksi karena penghentian kerja. Hampir 50.000 pekerja tidak menerima gaji rutin mereka. Hal itu bahkan bisa berdampak pada pengeluaran konsumen selama musim liburan.

bendera as

Sementara itu, produksi kembali Boeing untuk 737 Max-nya membebani kontribusi ekspornya, karena banyak dari jet darat itu ditakdirkan untuk pasar luar negeri. Pada bulan Juli, perusahaan mengatakan mungkin harus menghentikan sementara produksi jet, setelah dilarang terbang akibat dua kecelakaan fatal.

Model perkiraan PDB Federal Reserve New York memperkirakan pertumbuhan PDB sebesar 1,3% pada kuartal keempat, dibandingkan dengan 2% pada kuartal ketiga. Tetapi tidak seperti perang dagang, pemogokan GM bisa diselesaikan relatif segera, menyebabkan aktivitas pabrik pulih. Jadi dampak negatifnya pada sektor manufaktur atau data PDB mungkin berumur pendek.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini