nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia Islamic Science Park di Kaki Jembatan Suramadu, Isinya Apa Saja?

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 15 Oktober 2019 18:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 15 320 2117292 indonesia-islamic-science-park-di-kaki-jembatan-suramadu-isinya-apa-saja-DXuKRqBBuW.jpg Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) tengah mempersiapkan infrastruktur pembangunan Indonesia Islamic Science Park di kaki jembatan yang menghubungkan Surabaya dan Madura (Suramadu). Di dalam konsepnya akan sentuhan budaya Islam moderat, hotel bintang 7 hingga floating market.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Indonesia Islamic Science Park rencananya akan dibangun di atas lahan seluas 101 hektare (Ha). Di dalamnya akan ada sekitar 20% edukasi, 30% untuk hiburan, 50% seni.

Baca Juga: Ini Isi Perpres yang Gratiskan Tol Jembatan Suramadu

“Jadi ini area yang kita ingin membangun satu titik di mana proses untuk bisa mengekspresikan budaya terutama Madura. Kemudian budaya Islam moderat, di situ kita menyiapkan formatnya bagaimana sesungguhnya Islam hadir di Indonesia dengan proses akulturasi budaya yang dilakukan oleh Wali Songo. Kita bikin kayak piramid-piramid, tapi formatnya sudah menggunakan augmented reality,” ujarnya kepada Okezone, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Suramadu

Dia melanjutkan, karena sasaranya generasi milenial, di Indonesia Islamic Science Park tidak akan terlalu banyak papan informasi, tapi ruangan besar yang menawarkan pengamalam interaktif.

“Kita ingin sampaikan betapa sebetulnya lokal yang dimiliki oleh Para Wali Songo itulah yang kemudian menjadikan Islam mudah diterima di kawasan berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga: Tol Suramadu Gratis, Menhub Minta Pengusaha Jangan Mengeluh tapi Kreatif

Kemudian, lanjut mantan Menteri Sosial ini, kita menginginkan di situ ada hotel bintang 7, floating market. Lalu ada kendaran yang bisa menjangkau keseluruhan karena area101 hektare.

“Kita juga ingin ada sky train. Ini sudah kita bahas berkali-kali. Kemudian kita ingin bahwa kalau ada pertemuan konferensi Islam dilakukan di Indonesia dan itu diadakan di Jatim. Kita berharap ada convention hall untuk menghadirkan narsum-narsum yang bisa memberikan referensi bahwa hadirnya Islam itu harus memberikan kasih dan damai. Kira-kira seperti itu yang ingin kita lakukan di sana,” ujarnya.

Khofifah melanjutkan, proyek tersebut masih menunggu Peraturan Presiden (Perpres). Jika sudah keluar maka Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) akan segera mengerjakan dan mencari investor.

“Kalau investor beberapa sudah berminat. Konsorsium A, konsorsium b, tapi nanti Perpres kalau sudah keluar insya Allah konsorsium ini akan segera merapat kembali. Kalau sekarang ini kan kita punya program, terus ada yang tertarik untuk berinvestasi, dan seterusnya. Nanti semua masih akan berkembang,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini