nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nyicil Rumah Jangan Asal agar Tak Terlilit Utang

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 16 Oktober 2019 08:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 15 470 2117351 nyicil-rumah-jangan-asal-agar-tak-terlilit-utang-oX3tUrpOt5.jpeg Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Memiliki rumah menjadi impian bagi setiap orang. Tak heran banyak orang yang merencanakan untuk mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk memenuhi kebutuhan papan tersebut.

Kendati demikian, ada yang perlu diperhatikan sebelum mengambil KPR. Hal ini guna memitigasi keuangan dari potensi terlilit utang akibat mengambil KPR.

Baca Juga: Ingin Ajukan KPR? Kenali Seluk-beluknya

Perencana Keuangan Ahmad Ghazali menyatakan, ambil lah KPR yang besaran cicilannya maksimal 35% dari pendapatan setiap bulan. Sehingga tetap menyesuaikan kemampuan keuangan, mengingat ada kebutuhan lainnya yang perlu dipenuhi.

kpr

"Namun antisipasi juga dengan kenaikan cicilan akibat naiknya suku bunga floating," ujar Ahmad kepada Okezone.

Ketika sudah memutuskan untuk mengambil KPR, maka yang paling utama dilakukan adalah membayar cicilan dengan segera setelah mendapatkan gaji. Pos untuk pembayaran utang harus didahulukan karena itu sebuah kewajiban, di samping agar uangnya tidak lebih dulu habis karena kebutuhan lain.

"Biar aman pastikan pembayaran cicilannya itu di awal, bukan di akhir," katanya.

Namun, jika dalam suatu masa mengalami kesulitan keuangan tetapi dihadapkan cicilan KPR yang akan jatuh tempo, Ahmad menegaskan, jangan menutup utang tersebut dengan membuka utang baru. Dia menyarankan untuk menggunakan dana cadangan yang dimiliki sehingga tidak semakin membuat terlilit utang.

kpr

"Berhutang untuk bayar cicilan KPR itu berbahaya, karena bulan berikutnya menjadi dobel pembayaran cicilannya. Lebih baik ambil dana cadangan," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini