nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peluang Besar di Industri Properti, Harga Rumah Terus Naik

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Selasa 15 Oktober 2019 22:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 15 470 2117352 peluang-besar-di-industri-properti-harga-rumah-terus-naik-Y2WeFRobjU.jpg Industri Properti (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Bisnis di bidang properti masih menghadapi berbagai tantangan seperti backlog dan kapasitas penyediaan rumah, namun masih banyak potensi yang dapat dikembangkan untuk memperluas potensi bisnis.

 Baca Juga: 4 Hal Wajib Dilakukan Sebelum Investasi Properti

Adapun tantangan sekaligus peluang di sektor properti yakni angka backlog yang masih cukup besar sekitar 11,4 juta rumah yang menunggu untuk segera diselesaikan.

"Penyelesaian backlog perumahan diharapkan bisa memiliki multiplier effect terhadap 136 subsektor industri yang berujung pada pertumbuhan PDB," kata Direktur Strategic Human Capital BTN Yossi Istanto dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

 Baca Juga: Lagi Tren Co-Living, Prospek Menggiurkan bagi Investor Properti

Selain itu masih ada gap antara kebutuhan rumah baru yakni sekitar 800.000 unit per tahun dengan kapasitas bangun pengembang yang hanya 250.000-400.000 unit per tahun.

Yossi menambahkan dukungan pemerintah baik dari kementerian maupun regulator untuk mendorong sektor properti sangat besar. Tumbuhnya kelas menengah di Indonesia juga merupakan peluang karena mereka memiliki potensi ekonomi yang besar.

“Rasio Mortgage to GDP Indonesia baru 2,9%, berarti masih banyak ruang bisnis perumahan yang bisa dikembangkan,” papar Yossi.

 Properti

Menurut Yossi, menjadi entrepreneur merupakan salah satu pilihan yang bisa diambil di era disrupsi, mengingat rasio pengusaha di Indonesia masih sedikit dibandingkan jumlah penduduk sekitar 3,1%.

Salah satu sektor yang menarik adalah menjadi pengembang properti mengingat masih besarnya potensi pengembangan perumahan dengan harga rumah yang terus naik.

"Oleh karena itu menjadi entrepreneur di bidang properti merupakan pilihan yang sangat menjanjikan. Kami mengajak para mahasiswa untuk menjadi pengusaha properti, karena imbal hasilnya sangat menguntungkan,” tegas Yossi.

Dia menjelaskan, BTN sebagai bank fokus bidang perumahan mendorong penciptaan entrepreneur di bidang properti secara komprehensif melalui program pendidikan dan produk pembiayaan. “Bank BTN akan membantu bagi yang ingin menjadi entrepreneur di bidang properti melalui tahapan pembelajaran untuk bisa menjadi developer masa depan,” ungkap Yossi.

 Properti

Sementara itu, BTN menyatakan telah berhasil melakukan efisiensi sebesar Rp150 miliar tahun ini dengan melakukan digitalisasi dalam pengelolaan SDM. Salah satunya dengan menerapkan e-learning kepada pegawai yang akan dipromosikan.

“Dengan e-learning kami bisa menghemat sekitar Rp80 miliar, ini berhasil dari efisiensi biaya akomodasi dan tiket peserta learning. Ini jumlah yang cukup besar dan tentu berimbas kepada penurunan biaya operasional,” ujarnya.

Yossi mengungkapkan, era disrupsi memunculkan peluang dan tantangan baru yang membuat bisnis memerlukan transformasi di bidang digital. Transformasi ini harus didukung dengan peningkatan kompetensi SDM.

“Peluang dan tantangan baru ini yang banyak membuat anak muda ingin menjadi entrepreneur,” paparnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini