nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2019 Jadi 5%

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 16 Oktober 2019 11:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 16 20 2117569 imf-pangkas-proyeksi-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-2019-jadi-5-8DnRJhrV0E.jpg Rupiah (Shutterstock)

JAKARTA - Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 5% di tahun 2019, dalam laporan World Economic Outlook (WEO) edisi Oktober. Tidak berubah dari proyeksi dalam laporan bulan Juli.

Meski demikian, prediksi tersebut sudah mengalami revisi sebab pada WEO edisi April, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan capai 5,2%.

 Baca juga: Kenapa BI Begitu Pede Ekonomi Kuartal III-2019 Tumbuh 5,1%?

Perkiraan pertumbuhan Indonesia yang sebesar 5% tersebut, berada di posisi ketiga di bawah Vietnam yang diproyeksi tumbuh 6,5% dan Filipina yang tumbuh 5,7% di tahun ini.

 IMF

IMF menyebut perlambatan ekonomi memang tengah terjadi, secara global pertumbuhan diperkirakan hanya 3%. Terkoreksi dari proyeksi sebelumnya yang sebesar 3,2%.

 Baca juga: Ekonomi Melambat Gara-Gara AS-China, Kemiskinan pun Bergejolak

Kondisi ini disebabkan oleh perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang berkepanjangan, sehingga membebani perekonomian global dan memperlambat perekonomian dunia. Bahkan, akibat perang dagang itu Produk Domestik Bruto dunia diperkirakan bakal tergerus 0,8% pada 2020, setara USD700 miliar atau seukuran seluruh ekonomi Swiss.

"Lemahnya pertumbuhan ekonomi global didorong penurunan tajam dari aktivitas manufaktur dan pergadangan global akibat eskalasi perang dagang," ujar Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath dalam keterangan tertulis, Rabu (16/10/2019).

Dalam laporan tersebut, IMF juga memproyeksikan Indeks harga konsumen (CPI) tetap 3,2% di tahun ini. Di mana transaksi berjalan diperkirakan defisit sebesar 2,9% terhadap PDB.

Sementara itu, untuk sepanjang 2020 diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya akan menyentuh 5,1%. Tingkat CPI sebesar 3,2% dan defisit transaksi berjalan diperkirakan 2,7% terhadap PDB.

Secara global, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang mencapai 3,9% pada tahun 2019, melambat dari pertumbuhan di 2018 yang sebesar 4,5%. Terpengaruh ketidakpastian perdagangan global dan kebijakan domestik negara-negara tersebut, seiring juga dengan pelemahan ekonomi di China.

Meski demikian, pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang diperkirakan bakal mengalami pemulihan di tahun 2020 menjadi 4,6%. Lantaran bakal terjadi pemulihan di Brasil, India, Meksiko, Rusia, dan Arab Saudi yang pada 2018 dan 2019 mengalami perlambatan ekonomi cukup dalam.

(rzy)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini