nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tahun Depan, Obligasi Korporasi Diprediksi Tembus Rp175 Triliun

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 16 Oktober 2019 20:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 16 278 2117899 tahun-depan-obligasi-korporasi-diprediksi-tembus-rp175-triliun-PXl4NbnTwv.jpg Obligasi Korporasi Tembus Rp175 Triliun (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) menyebut penerbitan obligasi korporasi akan lebih gencar di tahun depan, usai berlalunya tahun pemilu yakni Pilpres 2019. Diperkirakan penerbitan surat utang korporasi akan mencapai Rp155 triliun hingga Rp175 triliun pada 2020.

 Baca Juga: Sritex Akan Terbitkan Obligasi Asing Rp3,15 Triliun

Direktur Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) Wahyu Trenggono menyatakan, proyeksi tersebut berdasarkan siklus sebelumnya yang terjadi pada tahun 2015, usai Pilpres 2014 selesai. Menurutnya, pada tahun politik, perusahaan umumnya tidak berani melakukan ekspansi bisnis karena penuh ketidakpastian.

"Sehingga mereka tidak menerbitkan obligasi untuk mencari pendanaan guna ekspansi. Biasanya yang ada penerbitan obligasi untuk membayar utang jatuh tempo (refinancing)," ujarnya dalam acara diskusi dengan wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (16/10/2019).

 Baca Juga: Terbitkan Obligasi Senilai Rp5 Triliun, BRI Tawarkan Kupon Hingga 8,21%

Pada tahun 2014, tercatat obligasi korporasi yang jatuh tempo sebesar Rp41,52 triliun, sedangkan penerbitan obligasi sebesar Rp47,52 triliun. Namun pada 2015, penerbitan obligasi langsung meningkat jadi sebesar Rp62,75 triliun, jauh di atas nilai obligasi yang jatuh tempo sebesar Rp35,87 triliun.

Pekan Kedua Bulan Juli, IHSG Merosot 0,19 Persen

Berdasarkan hal tersebut, menurut Wahyu, mencerminkan memang banyak perusahaan yang menahan ekspansi bisnis, sehingga menahan penerbitan surat utang di tahun Pilpres.

"Tahun 2014 antara yang obligasi jatuh tempo dan yang diterbitkan baru nilainya hampir sama. Tapi di 2015, nilai antara keduanya berbeda, double up (nilai penerbitan obligasi baru dari yang jatuh tempo)," katanya.

 Pekan Kedua Bulan Juli, IHSG Merosot 0,19 Persen

Pada tahun ini, lanjutnya, hingga pertengahan Oktober tercatat penerbitan surat utang korporasi sudah mencapai Rp94,5 triliun, sedangkan surat utang jatuh tempo sebesar Rp90,28 triliun. Penerbitan obligasi ini berpotensi meningkat hingga Rp120 triliun di akhir tahun.

"Tiga minggu ke depan saja ada surat utang senilai Rp15 triliun yang berpotensi terbit. Jadi mungkin bisa sampai Rp100 triliun-Rp120 triliun di 2019," katanya.

Sehingga untuk tahun 2020, Wahyu memastikan nilai penerbitan obligasi korporasi akan lebih tinggi dari tahun 2019. Namun nilainya tidak akan mencapai dua kali lipat dari obligasi jatuh tempo, seperti yang terjadi di 2015. Tahun depan obligasi jatuh tempo tercatat sebesar Rp100 triliun.

"Di tahun 2015 ekonomi tidak segalau saat ini. Sekarang ekonomi global sangat tidak pasti, karena adanya perang dagang Amerika Serikat dan China, terlebih ekonomi kedua negara itu juga melemah. Maka enggak bisa seoptimis 2015, kira-kira hanya naik 75% sekitar Rp155 triliun-Rp175 triliun," katanya.

 Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini