nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pembangunan Terminal LNG Teluk Lamong Jadi Jawaban Kekurangan Pasokan Gas di Jatim

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 17 Oktober 2019 14:44 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 17 320 2118181 pembangunan-terminal-lng-teluk-lamong-jadi-jawaban-kekurangan-pasokan-gas-di-jatim-gwlLtbBTze.jpg Pipa Gas PGN (Foto: Okezone.com/Feby)

SURABAYA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) tengah membangun fasilitas Liquid Natural Gas (LNG) Terminal di Pelabuhan Tanjung Perak, Teluk Lamong, Surabaya. Dengan terminal LNG ini kebutuhan konsumen gas di Surabaya bisa tercukupi.

 Baca Juga: Terminal LNG Bakal Dibangun di Teluk Lamong

Division Head Corporate Communication PGN Krisdyan Widagdo Adhi mengatakan, pasar di Jawa Timur masih sangat besar. Bahkan demand lebih besar daripada suplai gas yang ada saat ini.

"Suplainya baru 140 MMSCFD, demand 160 MMSCFD lebih. Jadi pasokan kurang," ujarnya di Offtake Station Kalisogo PGN, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (17/10/2019).

 Baca Juga: Terminal LNG Teluk Lamong Jamin Pasokan Gas Jawa

Menurut dia, untuk menjawab kekurangan pasokan tersebut, saat ini PGN memperluas jaringan infrastruktur. Tidak hanya berupa jaringan pipa transmisi dan distribusi, PGN tengah mempersiapkan pembangunan fasilitas LNG Terminal di Pelabuhan Tanjung Perak, Teluk Lamong, Surabaya.

 Pipa Gas

Dalam membangun LNG terminal berkapasitas 40 BBTUD itu, PGN bekerja sama dengan dengan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero). Pembangunan LNG Terminal yang terbagi dalam tiga fase itu ditargetkan bakal beroperasi akhir tahun ini dan rampung keseluruhan pada 2023.

“Tahun ini LNG Terminal berkapasitas 40 MMscfd (million standard cubic feet per day) diharapkan dapat beroperasi. Total kapasitas 180 MMscfd beroperasi penuh pada 2023 mendatang,” katanya.

Sementara fase kedua adalah pembangunan Terminal pengisian LNG skala kecil menggunakan ISO Tank ukuran 20-40 kaki container untuk mendistribusikan gas alam cair di luar sistem pipa ataupun menggunakan truk. Sedangkan fase ketiga yakni pembangunan tangki LNG permanen ukuran 50 ribu cbm dan dapat ditingkatkan hingga 180 cbm.

"LNG Terminal itu sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gas di Jawa Timur. Keberadaan LNG Terminal di Teluk Lamong itu diharapkan jadi langkah antisipatif jika ada kendala terkait pasokan gas bumi di Jatim. Lantaran selama ini, pasokan gas di Jatim hanya mengandalkan sumur gas Kontrak Kerja Sama minyak dan gas di sekitar wilayah tersebut," ujarnya.

 Pipa Gas

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini