nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Target Bauran Energi Bisa Tercapai, Segini Keuntungan Negara dari Penghematan Impor

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 17 Oktober 2019 15:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 17 320 2118196 target-bauran-energi-bisa-tercapai-segini-keuntungan-negara-dari-penghematan-impor-Fq5Uc8KZey.jpg Penghematan Impor dari Target Bauran Energi (Foto: Okezone.com/Feby)

SURABAYA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyiapkan berbagai strategi untuk memenuhi kebutuhan gas bumi yang terus meningkat khususnya di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya. Strategi tersebut akan digunakan untuk mencapai bauran energi minimal 22% pada 2024 seperti yang ditargetkan pemerintah.

Division Head Corporate Communication PGN Krisdyan Widagdo Adhi mengatakan, pembangunan infrastruktur jaringan gas bumi adalah keniscayaan untuk mencapai target bauran energi seperti yang ditargetkan pemerintah.

 Baca Juga: Pembangunan Terminal LNG Teluk Lamong Jadi Jawaban Kekurangan Pasokan Gas di Jatim

Untuk itu, sesuai rencana kerja PGN hingga 2024, perusahaan akan membangun sejumlah infrastruktur baru. Seperti jaringan pipa transmisi dan distribusi masing-masing sepanjang 528 kilometer (Km) dan 500 (Km).

"Lalu, 7 LNG filling station untuk truk/kapal, 5 FSRU, 3,59 juta sambungan rumah tangga dan 17 fasilitas LNG untuk mensuplai kebutuhan kelistrikan dan menjangku wilayah geografis dengan karakterisktik kepulauan di seluruh Indonesia,“ ujarnya di Offtake Station Kalisogo PGN, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (17/10/2019).

 Baca Juga: Terminal LNG Teluk Lamong Jamin Pasokan Gas Jawa

Menurut dia, bila target bauran energi minimal 22% pada 2024 tercapai, negara bisa menghemat triliunan rupiah. Impor bahan bakar minyak dan LPG akan berkurang sehingga berpotensi menghemat Rp62 triliun.

Kemudian, subsidi untuk BBM dan LPG juga bisa dipangkas hingga Rp13 triliun dan bauran energi juga memberi nilai tambah hingga Rp60 triliun.

"Tercapainya target bauran energi di sektor gas juga akan membantu pemerintah meningkatkan ketahanan energi nasional sesuai dengan potensi sumber daya negeri ini ke depan," ujarnya.

 Pipa Gas

Selain itu, PGN juga terus memperluas jaringan infrastruktur. Khusus di Jawa Timur, tidak hanya berupa jaringan pipa transmisi dan distribusi, PGN juga tengah mempersiapkan pembangunan fasilitas Liquid Natural Gas (LNG) Terminal di Pelabuhan Tanjung Perak, Teluk Lamong, Surabaya.

Dalam membangun LNG terminal berkapasitas 40 BBTUD itu, PGN bekerja sama dengan dengan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero). Pembangunan LNG Terminal yang terbagi dalam tiga fase itu ditargetkan bakal beroperasi akhir tahun ini dan rampung keseluruhan pada 2023.

“Tahun ini LNG Terminal berkapasitas 40 MMscfd (million standard cubic feet per day) diharapkan dapat beroperasi. Total kapasitas 180 MMscfd beroperasi penuh pada 2023,” katanya.

Sementara fase kedua adalah pembangunan Terminal pengisian LNG skala kecil menggunakan ISO Tank ukuran 20-40 kaki container untuk mendistribusikan gas alam cair di luar sistem pipa ataupun menggunakan truk.

Sedangkan fase ketiga yakni pembangunan tangki LNG permanen ukuran 50 ribu cbm dan dapat ditingkatkan hingga 180 cbm.

LNG Terminal itu sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gas di Jawa Timur. Keberadaan LNG Terminal di Teluk Lamong itu diharapkan jadi langkah antisipatif jika ada kendala terkait pasokan gas bumi di Jatim.

Lantaran selama ini, pasokan gas di Jatim hanya mengandalkan sumur gas Kontrak Kerja Sama minyak dan gas di sekitar wilayah tersebut.

 Pipa Gas

Secara konsep besar pengelolaan ketahanan pasokan di Jawa Timur dan nasional pada umumnya, tak hanya untuk Jatim, keberadaan LNG Terminal Teluk Lamong itu juga bakal mendukung pasokan gas bumi untuk wilayah lain.

Integrasi moda transportasi gas bumi baik berbasis pipa maupun non pipa yang diupayakan dapat menjangkau seluruh wilayah pasar merupakan cara agar pemanfaatan gas bumi domestic dapat meningkat.

Selain fasilitas Terminal LNG Teluk Lamong akan meregasifikasi pasok LNG dan dialirkan ke jaringan pipa, fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk pengisian LNG trucking dengan memanfaatkan ISO tank yang dapat mendistribusikan kebutuhan gas bumi ke wilayah yang belum dijangkau infrastruktur pipa.

"Diharapkan, fasilitas tersebut bisa jadi solusi dan sarana untuk membuka pasar ritel baru di Jawa Timur dan Jawa Tengah," tuturnya.

Terlebih jika jika pipa transmisi Gresik – Semarang sepanjang 267 kilometer rampung. Pembangunan pipa gas Gresik – Semarang ditargetkan kelar pada Maret tahun depan di mana saat ini progres pembangunannya sudah lebih dari 90 persen. Selain pipa transmisi, PGN juga bakal membangunan pipa distribusi Semarang – Kendal – Ungaran sepanjang 96 Km.

Di Sumatera, PGN juga tengah mengerjakan pembangunan pipa transmisi Duri – Dumai tahap II sepanjang 67 kilometer.

“Selain infrastruktur gas bumi yang sedang digenjot, pemenuhan kebutuhan gas bumi untuk menekan subsidi energi dari sisi pasok harus mulai diperhatikan. Dengan karakteristik cadangan-cadangan baru yang lebih cocok ditransportasikan dengan basis LNG dan uncommitted LNG yang belum terserap secara maksimal, tampaknya pasar domestik membutuhkan kebijakan DMO LNG agar konsumen domestik dapat diproteksi guna meningkatkan daya saing dengan pasar ekspor,” imbuhnya.

Ke depan, infrastruktur gas bumi Trans Jawa diharapkan terkoneksi dengan Sumatera. Dengan demikian, kehandalan pasokan gas bumi kian meningkat dan diiringi perluasan pasar guna utilisasi gas bumi domestik.

Terkoneksinya jaringan infrastruktur gas Trans Jawa dan Sumatera praktis tinggal menyisakan pipa Cirebon – Semarang dan Medan – Dumai.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini