nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia Punya Peluang Besar di Ekspor Produk Organik

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Kamis 17 Oktober 2019 20:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 17 320 2118384 indonesia-punya-peluang-besar-di-ekspor-produk-organik-u4xm4ppXMS.jpg Ekspor-Impor Perdagangan di Pelabuhan (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Pertanian berkomitmen mendorong ekspor produk organik Indonesia di pasar internasional.

"Indonesia memiliki potensi produk organik yang cukup besar untuk bersaing di pasar internasional. Potensi ini harus didukung dengan strategi produksi dan pemasaran yang tepat," ungkap Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Kasdi Subagyono, Kamis (17/10/2019).

Ada beberapa kegiatan yang akan dilakukan pemerintah terkait pengembangan ekspor produk organik, dimulai dengan penguatan data base eksportir produk organik Indonesia termasuk pelaku usaha potensial organik.

Baca Juga: Ekspor Terbesar RI 2013-2019 Didominasi Produk Industri

“Kita akan mengidentifikasi kelompok tani-kelompok tani pelaksana kegiatan organik yang mau, mampu dan berkomitmen untuk menjadi eksportir produk perkebunan organik. Untuk tahapan awal, kelompok tani akan dipilih dari Provinsi Jawa Barat dan Banten,” jelas Kasdi.

Menindaknlanjuti hal tersbut Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan melakukan Nota kesepahaman Memorandum of understanding (MoU) dan perjanjian kerjasama dengan Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam pengembangan ekspor produk pertanian organik Indonesia.

ekspor

Kasdi mengungkapkan, target yang akan dicapai dalam kerja sama tersebut adalah membentuk minimal 10 pelaku usaha produk pertanian organik untuk menjadi eksportir handal.

“Dalam tahapan awal penjajagan kerjasama, pihak Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional melalui Direktorat Pengembangan Ekspor Nasional, mengharapkan eksportir produk pertanian organik dapat mewakili komoditas binaan Kementerian Pertanian yaitu Tanaman Pangan, Hortikultura, Peternakan dan Perkebunan,” kata Kasdi.

“Ada lima komoditas perkebunan yakni kopi, gula aren, gula kelapa, teh dan pala binaan Direktorat Jenderal Perkebunan berkomitmen dan siap untuk melakukakan kerja sama tersebut,” tambah Kasdi.

Sementara itu, ada tiga tujuan dan output yang ingin dicapai dari kerjasama pengembangan ekspor produk organik ini. Pertama, menciptakan eksportir handal produk perkebunan organik tidak terbatas pada perusahaan saja tetapi dapat juga berbentuk kelompok tani maupun trader.

Baca Juga: Indonesia Ekspor Babi Senilai USD44,79 Juta, Kebanyakan ke Singapura

Kedua, ekspor produk perkebunan organik dapat langsung dilakukan dari kelompok tani, sehingga keuntungan, nilai tambah yang diperoleh bisa langsung dinikmati oleh kelompok tani, tidak melalui kelompok lain.

Ketiga, volume ekspor tidak selalu harus dalam volume besar. Hal tersebut dapat mematahkan pendapat dan kondisi yang saat ini terjadi, bahwa untuk ekspor harus selalu dalam volume yang sangat besar.

ekspor

Kasdi mencontohkan, kelompok usaha bersama (KUB) Mitra Mandala, kelompok tani pertanian organik berbasis komoditas perkebunan penghasil gula serbuk aren organic.

"Saat ini sudah bisa melakukan ekspor langsung gula aren organiknya ke beberapa negara. Pengiriman pertama ke Korea Selatan sebanyak 2 ton. Bahkan akhir bulan Oktober ini akan ekspor langsung ke Belgia sebanyak 18 ton," ujar Kasdi.

Menurutnya, hal tersebut terjadi tidak terlepas dari pendampingan yang telah kami lakukan. Hal ini penting agar petani tau dan mampu melakukan kegiatan ekspor. Kementan bekerja sama dengan beberapa eksportir dalam rangka memberikan pelatihan kepada KUB Mitra Mandala tentang utilisasi sertifikat organik dan pelatihan ekspor.

Kasdi menambahkan, kelompok tani yang diutamakan dipilih adalah kelompok tani pelaksana kegiatan pengembangan desa pertanian organik berbasis komoditas perkebunan dan telah memiliki sertifikat organik (SNI dan internasional). Selanjutnya bersama-sama melakukan promosi produk perkebunan organik terutama berorientasi ekspor.

ekspor

Selain itu, Kementan akan memberikan pendampingan dalam rangka menjaga kontinuitas supplay dari petani organik perkebunan guna pemenuhan permintaan pasar organik dunia, termasuk menjaga komitmen petani dalam melaksanakan proses produksi secara organik.

“Kami harus memperkuat kelembagaan petani dalam mengakses informasi, teknologi, prasarana dan sarana publik, permodalan serta pengolahan dan pemasaran. Tak kalah pentingnya lagi memfasilitasi sertifikasi organik baik SNI maupun internasional disesuaikan dengan pasar yang akan dituju, dan mendorong keberterimaan standar atau sertifikasi SNI organik Indonesia di pasar internasional,” tutup Kasdi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini