nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sederet Fakta Cara Mengukur Kinerja PNS, Bawahan Juga Harus Nilai Atasan

Delia Citra, Jurnalis · Sabtu 19 Oktober 2019 07:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 18 320 2118733 sederet-fakta-cara-mengukur-kinerja-pns-bawahan-juga-harus-nilai-atasan-IqgC2kcYzN.jpg PNS (Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB) mengeluarkan sistem penilaian kinerja perilaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Sistem penilaian baru ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 30 tahun 2019 tentang penilaian kinerja PNS.

Dengan adanya sistem penilaian kinerja ini diharapkan lingkungan kerja juga bisa kondusif dan menyenangkan. Sehingga ke depannya bisa berpengaruh pada kinerja secara keseluruhan instansi.

Oleh sebab itu, Jakarta, Sabtu (19/10/2019), Okezone akan merangkum fakta-fakta penilaian kinerja PNS. Berikut Faktanya:

 Baca juga: Tata Cara Pendaftaran CPNS 2019, Jangan Ada yang Dilewatkan!

PNS

1. Kompetensi PNS Distandarkan, Ini Acuannya

Badan Kepegawaian Negara (BKN) menerbitkan peraturan standar pelaksanaan asesmen aparatur sipil negara (ASN). Peraturan ini digunakan sebagai parameter dalam melaksanakan pengukuran indeks profesionalitas ASN.

Parameter tersebut diatur dalam Peraturan BKN Nomor 26 Tahun 2019 tentang Pembinaan Penyelenggara Penilaian Kompetensi. Hal ini menyusul urgensi penetapan standar penilaian kompetensi ASN menjadi sebuah isu krusial. Saat ini, sudah mulai bermunculan beberapa lembaga yang sudah beroperasi untuk melakukan penilaian kompetensi ASN

Menurut Kepala Pusat Penilaian Kompetensi ASN (Kapuspenkom) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Purwanto, peraturan ini merupakan acuan/standar instansi pemerintah dalam melaksanakan asesmen bagi ASN. Urgensi dari memahami isi peraturan ini adalah karena di dalamnya tidak hanya mengatur tentang organisasi, akan tetapi juga sumber daya manusia dan metode yang digunakan dalam pelaksanaan asesmen.

 Baca juga: Jadwal Lengkap Seleksi CPNS 2019, Cek di Sini

“Tujuan utama dari peraturan ini adalah untuk menjamin mutu atau kualitas hasil penilaian kompetensi yang dilakukan oleh lembaga penilaian kompetensi,” ujarnya.

2. Aturan Terbaru PNS: Sekarang Bawahan Bisa Nilai Kinerja dan Perilaku Atasan

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur KemenpanRB Setiawan mengatakan, dalam sistem kinerja ASN terbaru ini nantinya memungkinkan jika bawahan bisa menilai kinerja perilaku atasannnya. Karena bobot penilaian dari aturan baru ini adalah penilaian 360 derajat.

Bobot ada 360 derajat. Jadi menilainya tidak bagus ke atasnya saja. Tidak hanya kiri kanan saja karena bawahan kita juga akan menilai kita juga," ujarnya.

Menurutnya dengan sistem penilaian kinerja baru ini bisa lebih objektif. Karena semua pegawai dalam tim bisa ikut menilai kinerja perilakunya masing-masing

3. Penilaian Kinerja PNS Berbeda dengan Zaman Dulu

Hal ini berbeda dengan zaman dahulu. Di mana hanya atasan saja yang bisa menilai kinerja dan perilaku bawahannya.

Artinya, bawahan hanya bersifat baik kepada atasannya saja. Namun perilaku kepada sesama pegawai yang memiliki strata yang sama sering kali diabaikan.

 Baca juga: Kinerja PNS Dipantau Via E-Perilaku 360 Derajat, Apa Itu?

"Kalau dulu kan yang bawahan enggak dinilai yang rekanan. Kalau baik ke atas kita selesai. Kalau sekarang kan kita ke kiri dan ke kanannya kita harus baik mampu mengendalikan situasi teman-teman dan bawahan juga harus nyaman," kata Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur KemenpanRB Setiawan.

 PNS

4. PNS Mau Joss Kariernya? Perhatikan Hal Ini

 

Pembinaan karir Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah harus berdasarkan sistem merit. Hal ini sesuai dengan Amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Deputi Bidang Pembinaan Manajemen Kepegawaian, Badan Kepegawaian Negara (BKN) Haryomo Dwi Putranto menjelaskan, menurut undang-undang tersebut, pengembangan karier PNS didasarkan kepada empat hal, yakni kualifikasi, kompetensi, kinerja dan kebutuhan instansi pemerintah.

Selain itu, majunya karier PNS juga mempertimbangkan dua hal, yakni integritas dan moralitas

“Jika dulu pengembangan karier PNS berdasarkan masa kerja, kesetiaan, pengabdian, sistem prestasi dan syarat lainnya, maka kini sudah berdasarkan sistem merit,” jelasnya.

5. PNS Bisa Raih Promosi Kilat tapi Prestasinya Harus Luar Biasa

Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) memang bukan hal yang mustahil diraih oleh PNS. Walau begitu, bukan hal mudah untuk insan aparat negara agar bisa mendapat promosi kilat tersebut.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menjelaskan, pemberian KPLB kepada ASN yang berprestasi merupakan bentuk apresiasi Pemerintah melalui BKN.

Bima mencontohkan, beberapa ASN yang terlibat dalam proses evakuasi korban kecelakaan pesawat beberapa waktu lalu diganjar KPLB.

“Secara teknis, apa yang dilakukan ASN saat itu (evakuasi korban) sangat luar biasa. Mereka (ASN) menyelam melebihi ambang batas penyelaman, yang mengakibatkan berkurangnya ketersediaan oksigen dan mempertaruhkan keselamatan jiwa. Atas aksi heroik itu, mereka (ASN) laik mendapatkan KPLB,” terang Bima dilansir dari laman BKN, Kamis (17/10/2019).

Bima menambahkan, KPLB diberikan kepada ASN yang memiliki prestasi luar biasa. “BKN tidak akan memberikan KPLB kepada ASN dengan prestasi umum. Prestasinya harus luar biasa,” tandasnya.

6. Kinerja PNS Dipantau Via E-Perilaku 360 Derajat, Apa Itu?

Penilaian kinerja PNS ditujukan untuk menjamin objektivitas pembinaan PNS. Di mana didasari pada sistem prestasi dan sistem karier.

“Penilaian kinerja PNS dilakukan berdasarkan prinsip objektif, terukur, akuntabel, partisipatif, dan transparan. Selain itu, penilaian kinerja PNS juga dilakukan untuk mendukung implementasi sistem merit,” ujar Direktur Kinerja ASN BKN Neny Rochyani .

Neny melanjutkan, sebagai bentuk implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2019 Tentang Penilaian Kinerja, BKN sudah menerapkan e-Perilaku 360 derajat.

“E-Perilaku 360 derajat merupakan sistem informasi untuk melakukan penilaian perilaku pegawai secara tertutup dan acak. Penilaiannya melibatkan atasan langsung, rekan kerja, dan bawahan,” imbuhnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini