nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Inspirasi Usaha Minuman Cokelat, Pengusaha Ini Ungkap Rahasia Suksesnya

Hambali, Jurnalis · Sabtu 19 Oktober 2019 05:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 18 320 2118828 inspirasi-bisnis-penjual-minuman-cokelat-raih-ukm-award-hingga-tembus-pasar-ekspor-iV9xCzhscR.jpg Pengusaha Coklat (Foto: Okezone.com/Hambali)

TANGERANG - Tak banyak para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang konsisten menekuni usahanya guna mengejar kesuksesan. Kebanyakan kandas di jalan karena tak mampu berinovasi menghadapi persaingan global.

UKM yang tumbuh subur di Indonesia terdiri atas berbagai macam jenis, salah satu di antaranya adalah usaha minuman dan makanan. Sektor ini terus mengalami peningkatan pendapatan bagi kas negara tiap tahunnya.

Baca Juga: Coba Bisnis Minuman Jelly dari Buah Nipah, Modalnya Enggak Besar

Tentu saja tak mudah menciptakan suatu UKM yang bisa terus bertahan dan berkembang, banyak peran yang saling berkontribusi satu sama lain, misalnya dukungan pemerintah dalam membuka jaringan pasar, pendampingan usaha, hingga bantuan modal.

Namun di luar itu, rupanya ada yang paling berpengaruh terhadap keberlangsungan UKM, yaitu soal konsistensi dan semangat pantang menyerah pelakunya. Karena dalam era persaingan, modal besar saja tidak cukup untuk membuat suatu usaha bisa bertahan.

coklat

Sebagaimana diungkap oleh Calvin Yong, pemilik UKM minuman kemasan cokelat. Dia menuturkan pengalaman dalam merintis bisnis sejak tahun 2015 silam. Pasang surut disebutkan nampak mewarnai usahanya, meskipun ternyata dia mampu mengubah menjadi peluang.

"Dulu 2015 awalnya. Waktu itu kita mau buat (usaha) kopi, tapi nggak jadi. Karena waktu itu kita trading cokelat, cuma ada satu costumer dia batalin cokelatnya, saya pusingkan. Terus bagaimana cokelatnya? akhirnya saya sendiri yang atur cokelatnya, dan akhirnya memang enak (rasanya), terus kita jalani," ujarnya kepada Okezone, Tangerang, Jumat (18/10/2019).

Meski dirasa cukup nikmat saat diminum sendiri, namun belum tentu sama jika lidah orang lain yang mencicipi. Karena ingin memberi kepuasan rasa pada konsumen, lalu diupayakan lah berbagai cara guna menguji rasa minuman cokelat miliknya.

"Dulu kalau kita yang nyicip, ya enak saja, tapi belum tentu orang lain. Terus kita sajikan kepada orang lain, jadi show up di tempat tertentu kita berikan gratis agar masyarakat mencoba, sampai beberapa kali kita lakukan, dan hasilnya baik. Baru setelah itu kita produksi," imbuhnya.

Baca Juga: Jualan Ikan Krispi, Modal Minim Untung Besar

Di tengah prosesnya, Calvin harus mengakui bahwa dia tak boleh menuruti ego dalam meracik bahan minuman sekehendak hatinya. Lantas dicarilah orang lain yang memiliki kemampuan untuk diminta bekerjasama, sekaligus membangun usaha minuman kemasan yang diberi nama CY Beverage.

"Akhirnya saya sadari, bahwa kepemimpinan itu bukan yang harus jago (ahli) dalam semua hal. Jadi saat itu saya mencari orang lain yang bisa meraciknya. Setelah dicoba kok enak, dan kita tawarkan ke orang lain juga oke, baru berikutnya kita pasarkan," kata Calvin.

coklat

Pemasaran produk minuman kemasan cokelat Calvin terus meluas ke berbagai daerah seperti, Jakarta, Batam, Medan, Bali, Surabaya, Bandung, dan lainnya. Sedangkan untuk ekspor ke luar negeri, minumannya telah banyak dipasok ke Singapura dan China.

Pada tahun 2017, Calvin meraih award dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Saat itu, dia masih berfokus pada minuman cokelat. Baru setelahnya, dia mulai menggarap minuman jenis CY Matcha Latte. Kini Matcha Latte kembali meraih award oleh Kemendag dalam ajang Trade Expo Indonesia 2019.

"Kali ini dapat award lagi, jadi kategorinya produk minuman kemasan berupa Matcha Latte. Jadi saat ini ada 3 produknya, tapi tidak berhenti di sini, nanti saya tetap akan mengikuti perkembangan ke depan, bagaimana membuat inovasi lainnya dalam minuman ini," terangnya.

Dari kesuksesannya itu, Calvin mengambil hikmah dan mengajak semua pelaku UKM agar berpandangan, jika mimpi besar itu selalu dimulai dari yang kecil. Oleh karenanya, dibutuhkan konsistensi yang tangguh disertai pula terobosan inovasi.

"Mulailah dulu dari yang kecil, mulai dari apa yang ada di "tangan" kita. Lalu membangun hubungan dengan customer, suplier dan pelayan (staf). Jangan tunggu sampai semua sempurna baru kita mulai usahanya," tandasnya.

Baca juga: 6 Pekerjaan yang Bisa Diciptakan Sendiri, dari Makcomblang hingga Food Stylist

Berdasar data Kementerian Perindustrian, saat ini terdapat sekira 30 ribu UKM kelas menengah yang tersebar di Indonesia. Namun dari jumlah itu, hanya sekitar 10 persen atau 3.000 UKM di antaranya yang sudah melakukan ekspor produk.

Pemerintah sendiri melalui Kementerian terkait menarget, pertumbuhan UKM yang merambah pasar global bisa mencapai 4 persen pada tahun 2019 ini, atau dengan kata lain artinya bertambah 120 UKM.

Untuk mencapai target tersebut, maka pemerintah pun melakukan berbagai program pembinaan dan pameran bagi UKM. Selain itu, UKM juga didorong untuk memasarkan produknya lewat e-commerce.

coklat

Tahun ini, Trade Expo Indonesia mengusung tema 'Moving Forward To Serve The World'. Adapun kegiatan berlangsung selama lima hari, sejak 16 hingga 20 Oktober 2019 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang.

Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Rahmat Gobel, beberapa duta besar dari negara sahabat, duta besar Indonesia, Menteri Perdagangan sendiri, hingga Menteri Transportasi Filipina, turut menyaksikan pembukaan Trade Expo, Rabu 16 Oktober 2019 kemarin.

"Ini adalah upaya kita, bagaimana caranya membuat UKM kita naik, merangsang UKM agar kreatif atas produk yang dihasilkan, dilombakan, dan mendapat penghargaan. Dari segi pemasaran bagus juga, paling tidak pelaku UKM nya sudah ikut lomba, apalagi sampai dapat award, itu akan menambah kepercayaan dari konsumen," beber Mendag Enggartiasto Lukita, usai penyerahan award di lokasi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini