nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sempat Jadi Menkeu, Ini Cerita Bambang Brodjonegoro Selama 5 Tahun di Kabinet Kerja

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 18 Oktober 2019 21:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 18 320 2118898 sempat-jadi-menkeu-ini-cerita-bambang-brodjonegoro-selama-5-tahun-di-kabinet-kerja-nkkcyH5AjB.jpg Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (Foto: Setkab)

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro berkisah mengenai pengalamannya selama lima tahun terakhir di periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

 Baca Juga: Sri Mulyani Bongkar Rahasia Basuki: Satu-satunya Menteri yang Tak Pakai WhatsApp

"Dalam pandangan saya 5 tahun itu lama ternyata cepat juga rasanya. Tidak terasa ini adalah hari kerja terakhir. Saya masih ingat hari pertama kerja saya menjadi Menkeu dan pindah ke Bappenas. Waktu cepat berlalu dan merasa waktu berjalan cepat kalau terlalu sibuk," ujar dia saat bincang-bincang dengan awak media di kantornya Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Dia juga menceritakan perbedaan di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bappenas. Menurutnya di Kemenkeu kerjanya sangat ketat. Sedangkan Bappenas tidak terlalu. Tapi kemudian setelah berjalan setahun di Bappenas menjelang akhir ini. Ternyata padat juga agenda sampai hari terakhir kerja.

 Baca Juga: Duduk Dikawal Jokowi-JK, Menteri Jonan: Amigos Para Siempre

"Seperti banyak agenda padahal belum tahu saya yang jalankan atau tidak. Ritme bekerja sendiri bertambah jika mendalami banyak hal," ungkap dia

 Kepala Bappenas

Menurut dia, Bappenas tempat menarik karena bisa ke eksplor aspek pembangunan. "Saya ngertinya ekonomi makro, contohnya defisit transaksi berjalan pertumbuhan melambat investasi tidak sesuai harapan," tutur dia.

Menurut dia, di Bappenas bisa memberikan sumbangsih untuk Indonesia menjadi negara paling berpengaruh tadi. Salah satunya dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

"Pengalaman lima tahun ini, sekarang kita melihat RPJMN yang tidak terlalu over optimistis tapi tidak boleh pesimis. Pertumbuhan ekonomi kami usulkan 5,4% rata-rata. Tentu tidak boleh terlalu optimistis. Selain itu juga berikan penekanan investasi yang diprioritaskan di Indonesia. Investasi adalah kunci tingkatkan daya saing dan naikkan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi," kata dia.

 Kepala Bappenas

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini