nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada Perubahan Jumlah Kementerian? Ini Plus dan Minusnya

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 19 Oktober 2019 17:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 19 320 2119096 ada-perubahan-jumlah-kementerian-ini-plus-dan-minusnya-mQXJZ5MW4w.jpg Jokowi (Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo memberikan sinyal akan melakukan peleburan terhadap beberapa Kementerian pada periode kepemimpinan yang kedua ini. Namun, Presiden Jokowi baru akan mengumumkan kementerian yang akan dilebur tersebut pada acara pelantikan Presiden esok hari usai pelantikan.

Menanggapi hal tersebut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indoenesia (Aprindo) Roy Mandey mengatakan, dengan pembentukan Kementerian baru atau peleburan lembaga baru diharapkan kinerja pemerintah bisa lebih efisien dan cepat lagi. Misalnya, dalam pembuatan keputusan, dengan peleburan ini diharapkan bisa lebih cepat karena tidak perlu lagi melibatkan banyak lembaga di dalamnya.

Baca juga:  Menteri Baru Harus Libatkan Pelaku Usaha dalam Kebijakannya

Menurutnya, pembuatan keputusan secara cepat ini sangat penting bagi perekonomian Indonesia ke depannya. Apalagi saat ini kondisi perekonomian global masih belum stabil dan diwarnai oleh banyaknya perang dagang antar negara.

 Menteri Kabinet Kerja I

Bahkan beberapa lembaga keuangan internasional pun melakukan revisi pada perekonomian global. Beberapa negara juga sudah terkena dampak dan mengalami resesi ekonomi karena perang dagang.

 Baca juga: 5 Tahun Jokowi-JK, Menperin Beberkan Kinerja Industri Manufaktur

"Tentunya kita berharap segala sesuatu itu supaya lebih akurat lebih efisien segala sesautau bisa lebih cepat dalam penyusunan dan pengambilan keputusan itu kan yang kita harapkan dengan situasi global yang tidak menentu dan cenderung resesi," ujarnya saat dihubungi Okezone, Sabtu (19/10/2019).

Memang diakuinya, dalam menghadapi situasi global yang tidak menentu ini diperlukan tim yang solid dan kuat. Untuk membentuk tim yang kuat diperlukan tiga aspek.

 Baca juga: Alasan Susi Pudjiastuti Tak Pakai Batik di Hari Terakhir Kerja Bikin para Menteri Ngakak

Pertama adalah Kementerian dan Lembaga ini perlu cepat dalam beradaptasi. Maksudnya adalah, Kementerian dan Lembaga ini perlu cepat dalam menyesuaikan dengan kondisi yang sedang terjadi saat ini.

Kedua adalah efisien, maksudanya adalah Kementerian Lembaga yang dibentuk nanti perlu membuat regulasi seramping mungkin. Dan terkahir adalah produktif dan kongkrit, maksudnya adalah perlu adanya langkah pasti dalam mengimplementasikan kebijkan yang sudah disusun oleh Presiden Joko Widodo.

"Kami dari pelaku usaha kementerian yang terbentuk itu yang sangat adaptif perlu mengetahui situasi yang berkembang. Kemudian perubahan perubahan yang terjadi. Efisien harus bisa menjadikan segalu sesutau jangan sampai regulasi membuat tidak efisien. Dan yang ketiga kongkrit atau profduktif. Kongkrit secara produktif bukan asbun saja," jelasnya.

Mengenai ada ucapan yang disebut banyak kepentingan politik dibelakangnya, Roy mengaku tidak mengkhawatirkan hal tersebut. Karena yang terpenting adalah dalam situasi global ini diperlukan suatu tim yang kuat.

"Perlu ada suatu kekuatan tim yang solid yang utuhapakah jadi gemuk ataupun tidak gemuk karena koalasinya gemuk dibilang tidak saya tidak mencampuri beban itu," ucapnya,

Lagipula lanjut Roy, wacana pembentukan dan peleburan Kementerian dan Lembaga ini merupakan hak sepenuhnya Presiden Joko Widodo. Dirinya meyakini, Presiden Jokowi sudah memiliki pertimbangan matang untuk melebur Kemeterian Lembaga di periode kedua kepemimpinannya.

"Kita serahkan sepenuhnya kepada Presiden (Jokowi) karena presiden sangat paham mengenai yang terjadi selama ini. Dan apapun keputusannya apakah penggabungan atau nomenklatur yang baru itu pasti sudah sesuai dengan kajian pak Presiden kita menyerahkan kepada Presiden dan kita menghormati keputusan yang diambil berkaitan dengan pembentukan nomenklatur yang baru atau juga penggabungan Kementerian kami pelaku usaha menyerahkan kebijakan Presiden," jelas Roy.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini