nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Dibuka Menguat di Tengah 'Angin Segar' Kesepakatan AS-China

Fakhri Rezy, Jurnalis · Senin 21 Oktober 2019 21:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 21 278 2119908 wall-street-dibuka-menguat-di-tengah-angin-segar-kesepakatan-as-china-4eLtg3OH4D.jpg Wall Street (Reuters)

NEW YORK - Wall Street Dibuka menguat pada perdagangan awal pekan ini. Hal ini dikarenakan adanya optimisme akan tanda-tanda kemajuan akan penyelesaian perang dagang AS dan China.

Melansir reuters, New York, Senin (21/10/2019),Dow Jones Industrial Average naik 82,47 poin atau 0,31% jadi 26.852,67. S&P 500 naik 10,28 poin atau 0,34% pada 2.996,48. Nasdaq Composite naik 47,88 poin atau 0,59%, menjadi 8.137,42.

Baca juga: Wall Street Ditutup Melemah Imbas Isu Negatif dari Boeing

Penasihat Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa tarif yang dijadwalkan untuk Desember dapat ditarik jika negosiasi perdagangan terus berjalan dengan baik. Komentarnya menambah optimisme dari pernyataan positif oleh Beijing dan Washington akhir pekan lalu yang mengindikasikan bahwa kesepakatan perdagangan mungkin akan segera terjadi.

 Wall Street

Pembuat chip AS dengan eksposur besar ke China naik dalam perdagangan premarket, dengan Advanced Micro Devices Inc, Nvidia Corp dan Micron Technology Inc memperoleh antara 1% dan 2%.

 Baca juga: Wall Street Melemah Terseret Saham Johnson & Johnson

Microsoft Corp naik 0,6% setelah kelompok perangkat lunak bisnis Jerman SAP mengatakan telah menandatangani kemitraan cloud tiga tahun dengan perusahaan.

Akan tetapi, kabar buruk dari Boeing Co di mana diprediksi akan memperpanjang pelemahan kinerja pada beberapa sesinya. Hal ini dikarenakan ada yang membocorkan pesan dari seorang mantan pilot uji menunjukkan bahwa ia mungkin telah secara tidak sengaja menyesatkan regulator tentang keselamatan jet 737 MAX. Saham pembuat pesawat jatuh 2,5%.

 Baca juga: Kepastian Brexit Buat Wall Street Menguat

Investor sekarang bersiap untuk laporan pendapatan dari kelas berat teknologi Microsoft Corp dan Intel Corp minggu ini.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini