nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rini Titip Proyek Super Holding BUMN ke Erick Thohir

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 23 Oktober 2019 19:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 23 320 2120875 rini-titip-proyek-super-holding-bumn-ke-erick-thohir-34czgoEmpD.jpg Mantan Menteri BUMN Rini Soemarno. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Rini Soemarno resmi menyerahkan jabatan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepada Erick Thohir. Erick Thohir pun menjadi Menteri BUMN selama lima tahun ke depan.

Sebelum meninggalkan jabatannya, Menteri Rini memberikan beberapa pesan kepada Erick Thohir. Pertama, Rini meminta Erick Thohir menjaga sinergi antara perusahaan BUMN yang selama ini sudah terjaga selama lima tahun ini.

Baca Juga: Jadi Menko Perekonomian, Darmin ke Airlangga: Jangan Sampai Ditanya Inflasi Bingung

“Yang paling utama adalah kebersamaan BUMN harus dijaga. Kalau kita enggak bersinergi, ini akhirnya akan melemahkan kita sendiri,” ujarnya saat dalam acara serah terima jabatan di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Menteri Rini

Menurut Rini, sinergitas ini bisa membuat perusahaan BUMN tumbuh bersama. Karena, perusahaan yang masih kecil bisa dibantu oleh perusahaan BUMN lainnya yang memiliki kapasitas lebih besar.

“Saya titip ke Pak Erick untuk perbaiki kinerja mereka (perusahaan BUMN),” ucapnya.

Baca Juga: Jadi Menteri, Erick Thohir Bakal Bersih-Bersih BUMN

Lalu pesan kedua adalah bisa lebih mendorong BUMN berperan aktif dalam perekonomian rakyat. Apalagi sudah tertuang dalam Undang-Undang BUMN yang artinya harus dipatuhi.

“Karena itu banyak program BUMN arahnya meningkatkan kemampuan usaha mikro dan super mikro, karena kekutan Indonesia ada di sana. Warga Indonesia di desa-desa bisa jadi enterpreuner,” ucapnya.

Rini juga meminta kepada Erick Thohir untuk melanjutkan holdingnisasi yang sedang dibangun oleh Rini selama lima tahun belakangan ini. Karena menurutnya, lewat holdingnisasi ini lah meruakan pintu bagi perusahaan BUMN untuk bisa bersaing di kancah internasional.

“Masih bahyak PR, tidak lepas dari holdingisasi. Sektor usaha cukup besar. Persektornya ada sub holding. Nantinya sampai satu titik terbentuknya super holding,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini