nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Di Depan Menteri Baru, Presiden Jokowi Ingatkan Ancaman Resesi Ekonomi

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Rabu 30 Oktober 2019 20:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 30 20 2123824 di-depan-menteri-baru-presiden-jokowi-ingatkan-ancaman-resesi-ekonomi-eRcVoKEzP1.jpg Jokowi dan Ma'ruf Amin Gelar Rapat Terbatas (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk pertama kalinya menyelanggarakan Rapat Terbatas (Ratas) dengan para menteri Kabinet Indonesia Maju yang terkait dengan perekonomian, di Kantor Presiden, Jakarta hari ini.

Presiden Jokowi mengatakan, bahwa ekonomi global dalam 5 tahun ini dan perkiraan-perkiraan dari lembaga-lembaga internasional bahwa tahun depan akan menuju ke sebuah situasi yang lebih sulit, dan bahkan banyak yang menyampaikan menuju ke sebuah resesi.

 Baca Juga: Menko Luhut Sebut Ada Penyimpangan Ekspor Bijih Nikel

Oleh sebab itu, menurut Presiden, semuanya harus diantisipasi. Jokowi mengingatkan sebagaimana yang berulang kali disampaikannya, bahwa kuncinya yang pertama kepeningkatan ekspor dan substitusi barang-barang impor. Yang kedua yang sangat penting adalah juga investasi.

“Artinya apa? Ekspor dan investasi, peningkatan ekspor peningkatan investasi adalah menjadi kunci dari kegiatan kita di bidang ekonomi,” tegas Presiden seperti dilansir setkab, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Para Menteri Siapkan Program Tekan Defisit Neraca Dagang

Presiden mengaku sudah menyampaikan baik kepada Menteri Perdagangan dan Wakil Menteri Perdagangan, pada Menteri Luar Negeri dan Wakil Menteri Luar Negeri, bahwa perjanjian-perjanjian perdagangan harus dilakukan secara terus menerus tanpa henti.

“Kita telah menyelesaikan Indonesia-Australia CEPA dan ini harus kita teruskan ke negara-negara lain,” ujar Presiden Jokowi seraya mengingatkan, ini yang penting segera diselesaikan. Ia minta dalam akhir tahun 2020 ini bisa diselesaikan.

“Timnya disusun yang fix, tidak berganti-ganti. Kemudian penyelesaian dan eksekusi lapangannya juga harus terus dikerjakan, yaitu dengan Uni Eropa,” tutur Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi Lantik 12 Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju

Menurut Presiden, ini nanti akan berkaitan dengan peningkatan ekspor plus dengan negara-negara yang tergabung dalam RCEP, yaitu 10 negara ASEAN plus 6 India, China, Korea Selatan, Jepang, Australia, New Zealand.

“Ini yang belum kita memiliki perjanjian perdagangan dengan mereka, saya minta agar diselesaikan dalam akhir tahun depan itu harus rampung. Sehingga yang berkaitan dengan ekspor ini betul-betul bisa kita lakukan,” tegas Presiden seraya mengingatkan, retreat agreement dengan negara-negara Afrika juga penting sekali.

Yang kedua yang berkaitan dengan regulasi-regulasi yang ada di bidang perekonomian yang menghambat investasi, yang menghambat ekspor. Presiden Jokowi meminta dilihat betul agar segera ditindaklanjuti apa yang telah direncanakan mengenai penerbitan omnibus law.

“Sudah kita mulai mungkin 2 bulan yang lalu, ada 74 undang-undang di situ yang akan kita kerjakan. Saya kira Pak Menko Perekonomian sudah paham mengenai ini, tolong dikoordinasikan dengan menko-menko yang lain yang berkaitan dengan ini. Segera kita identifikasi, segera kita pangkas sehingga betul-betul apa yang di depan saya sampaikan ini betul-betul bisa kita kerjakan secara cepat,” kata Presiden Jokowi.

 Presiden Jokowi Lantik 12 Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju

Presiden juga menyampaikan mengenai transformasi ekonomi menuju ke sebuah indistrialisasi, hilirisasi. Dari yang sebelumnya kita mengekspor bahan-bahan mentah baik berupa nikel, bauksit, alumina, batubara, satu persatu harus mulai ditata agar kita mengekspornya dalam bentuk setengah jadi atau kita paksa langsung ke barang jadi.

“Inilah sebuah nilai tambah yang nanti akan memberikan daya saing kepada negara kita. Dan saya minta langkah-langkah percepatan itu segera dilakukan, termasuk di dalamnya adalah insentif-insentif bagi industri, usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah, dan industri-industri yang berada di pedesaan,” kata Presiden seraya menambahkan, kalau kita bisa menyentuh ini akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap ekonomi kita.

Tampak hadir dalam rapat terbatas itu antara lain Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin, Menko Polhukam Mahfud MD, Menko Perekonomian Airlangga Hartato, Mensesneg Pratikno, Menko PMK Muhadjir Effendy, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhur B. Pandjaitan, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menlu Retno Marsudi, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita.

Selain itu, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menkop UKM Teten Masduki, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Jalil, Mendagri Tito Karnavian, Menristek Bambang Brodjonegoro, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini