nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Miliarder Properti di China Kehilangan Uang akibat Regulasi Baru

Maghfira Nursyabila, Jurnalis · Jum'at 01 November 2019 11:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 01 470 2124484 miliarder-properti-di-china-kehilangan-uang-akibat-regulasi-baru-sXFKR8dmvj.JPG Yang Huiyan. (Foto: Okezone.com/Forbes)

JAKARTA - Bos Evergrande Hui Ka Yan, seorang miliarder terkaya di China dikabarkan mengalami penurunan kekayaan di antara 10 mogul properti top setelah memperketat kebijakan industrinya agar mengekang spekulasi.

Melansir dari scmp, Jumat (1/11/2019), menurut daftar Hurun 2019, Huiyan mempertahankan posisinya sebagai wanita terkaya nomor dua. Meskipun demikian, kekayaan bersih miliknya turun 45 miliar Yuan (USD6,37 miliar) atau 21% menjadi 170 miliar Yuan.

Baca Juga: Pasar Apartemen di Jakarta Masih Menggiurkan, Simak Buktinya

Hui yang juga dikenal dengan nama China, Xu Jiayin melihat kekayaannya terkikis selama dua tahun terakhir ketika Evergrande melakukan pemukulan di pasar saham di tengah pembiayaan yang menekan pengembang.

Apartemen

Menurut Bloomberg, saham pengembang rumah terbesar ketiga di China, Evergrande mengalami penurunan penjualan hingga 22% tahun ini. Selain itu, indeks saham properti di dalam indeks Hang Seng naik 3,1%. Lalu Dalian Wanda dikendalikan oleh Wang Jianlin juga mengalami hal yang sama.

Grop properti yang dipegang oleh masing-masing pembangun mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir setelah ekspansi agresif di dalam dan luar negeri. Hal itu juga membuat mereka harus memangkas aset untuk meringankan beban utang.

Baca Juga: Peluang Besar di Industri Properti, Harga Rumah Terus Naik

Menurut Laporan Hurun nilai pribadi Wang dinyatakan turun 8% menjadi 60 miliar yuan selama periode pertanggungan. Tidak hanya itu, kini peringkatnya pun merosot menjadi urutan keenam.

Pada Juli lalu, Partai Komunis China memperingatkan untuk tidak menggunakan properti sebagai alat untuk merangsang ekonomi dalam jangka pendek bahkan ketika pertumbuhan menuju rekor paling lambat.

Selain itu, regulator pada bulan Mei juga melarang pembiayaan langsung kepada pengembang yang belum mendapatkan persetujuan yang diperlukan untuk memulai konstruksi. Pembatasan itu kemudian diperluas untuk mencakup pembiayaan tidak langsung melalui pasar ekuitas dan obligasi.

Terlepas dari pengaruh kekayaan negatif, 10 mogul terkaya di negara ini pada daftar Hurun masih menghasilkan keuntungan gabungan dalam periode 12 bulan hingga 15 Agustus. Kekayaan gabungan mereka naik 8,3% menjadi 779,5 miliar Yuan dari tahun sebelumnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini