nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ekonomi RI Kuartal III-2019 Diprediksi Hanya Tumbuh 5,01%

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 05 November 2019 09:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 05 20 2125836 ekonomi-ri-kuartal-iii-2019-diprediksi-hanya-tumbuh-5-01-NC21kx53NB.jpg Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2019 (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan hanya bergerak di kisaran 5% (year on year/yoy) pada kuartal III-2019. Mengalami perlambatan bila dibandingkan laju pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2019 yang sebesar 5,05% yoy, maupun dari kuartal III-2018 yang tumbuh mencapai 5,17% yoy.

"Pertumbuhan ekonomi kuartal III tahun 2019 diperkirakan berkisar 5,01% yoy dari kuartal sebelumnya tercatat 5,05% yoy," ujar Ekonom Bank Permata Josua Pardede kepada Okezone, Selasa (5/11/2019).

 Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2019 Diumumkan, Hasilnya?

Dia menyatakan, perlambatan tersebut didorong realiasi kinerja yang belum cukup baik pada berbagai indikator pertumbuhan ekonomi. Konsumsi rumah tangga, yang masih jadi penopang utama pertumbuhan ekonomi, diperkirakan tumbuh melambat menjadi 5,02% yoy dari kuartal sebelumnya yang tumbuh 5,17% yoy.

Perlambatan laju konsumsi rumah tangga terindikasi dari penurunan penjualan eceran dan penurunan nilai tukar petani. "Selain itu, pertumbuhan penjualan pada gerai yang sama dari beberapa perusahaan ritel juga menunjukkan tren yang menurun," tambahnya.

 Baca Juga: Sri Mulyani Ramal Ekonomi RI Tumbuh 5,05% di Kuartal III-2019

Adapun pertumbuhan penjualan mobil mengalami kontraksi -10,6% yoy dari kuartal sebelumnya -11,4% yoy. Sementara pertumbuhan penjualan motor turun -3,1% yoy dari kuartal sebelumnya yang turun -0,01% yoy. Selain itu, impor barang konsumsi juga tercatat terkontraksi -7,8% yoy dari kuartal sebelumnya yang terkontraksi -4,7% yoy.

 ekonomi

Kemudian, pertumbuhan investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) di kuartal III-2019 diperkirakan cenderung meningkat terbatas menjadi 5,09%yoy dari kuartal sebelumnya 5,01% yoy. Hal itu terindikasi dari pertumbuhan penjualan semen yang meningkat tipis 0,4% yoy dari kuartal sebelumnya yang terkontraksi -5,9% yoy.

Investasi non-bangunan juga mengalami perbaikan dimana impor barang modal sepanjang kuartal III-2019 tercatat turun tipis -0,5% yoy dari kuartal sebelumnya yang tercatat -8,1% yoy. Sementara itu, net ekspor diperkirakan cenderung membaik seiring kinerja impor yang terkontraksi lebih dalam dibandingkan ekspor sepanjang kuartal III tahun 2019.

"Di sisi lain, konsumsi pemerintah diperkirakan cenderung melambat dipengaruhi oleh melambatnya realisasi penyerapan belanja K/L baik belanja barang dan pegawai," kata Josua.

 ekonomi

Hal senada disampaikan Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto, pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2019 akan melambat dibandingkan kuartal sebelumnya. Dia bahkan memperkirakan ekonomi Indonesia hanya akan tumbuh di kisaran 4,9%-5%.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,1% dengan kontribusi 57% terhadap total Produk Domestik Bruto (PDB).

"Pertumbuhan PMTB juga masih stagnan, sementara ekspor dan impor belum bisa diharapkan," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini