nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ekonomi Hong Kong Merosot Gara-Gara Demo hingga Perang Dagang

Maghfira Nursyabila, Jurnalis · Selasa 05 November 2019 12:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 05 20 2125896 ekonomi-hong-kong-merosot-gara-gara-demo-hingga-perang-dagang-zNCPeNiSxU.jpg Laporan Keuangan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - IHS Markit telah mengumumkan bahwa aktivitas bisnis di sektor swasta Hongkong jatuh ke level paling rendah pada Oktober dalam 21 tahun. Hal ini dikarenakan aktivitas bisnis terbebani oleh protes anti pemerintah dan melunaknya permintaan global.

Melansir dari CNBC, Selasa (5/11/2019), lebih dari lima bulan aksi demo yang sering disertai kekerasan telah menghancurkan sektor ritel dan pariwisata kota itu. Dengan data pemerintah menunjukkan ekonomi merosot ke dalam resesi untuk pertama kalinya dalam satu dekade untuk kuartal ketiga.

Baca Juga: Resesi Ekonomi 2020 Diprediksi Paling Parah Dibanding 1998

Permintaan dari China pun ikut menurun pada kecepatan paling tajam dalam sejarah survei, sementara perusahaan juga mengurangi pembelian dan input persediaan paling cepat sejak seri dimulai.

"Sektor swasta Hong Kong tetap melemah dalam penurunan terburuknya selama dua dekade terakhir pada Oktober, dengan survei PMI terbaru menandakan pelemahan ekonomi yang semakin serius," Ujar Ekonom Utama di IHS Markit, Bernard AW.

grafik

Indeks Pembelian Manajer Hong Kong (PMI) dikabarkan turun menjadi 39,3 pada Oktober dari kedudukannya pdaa September yang sebesar 41,5. Hal itu menandakan kemunduruan terburuk sejak November 2008 selama krisis keuangan global.

Hampir semua pendukung pertumbuhan di pusat keuangan Asia tersendat selama musim panas ketika pusat perbelanjaan dan restoran tutup untuk menghindari bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa. Hong Kong adalah salah satu tujuan wisata paling populer di dunia.

grafik

Para pengunjuk rasa marah dengan kebijakan yang mengatur pengetatan Beijing atas kebebasan yang dijanjikan dengan sistem 'dua negara dua sistem'. Protes meningkat pada pertengahan uni dan tidak menunjukkan tanda-tanda mereda ketika para demonstran mencoba untuk mempertahankan panggilan mereka untuk hak pilih universal dan penyelidikan independen serta tindakan polisi yang berlebihan.

Polisi dinilai sangat anarkis karena terkadang menembakkan peluru karet dan gas air mata pada pengunjuk rasa yang melemparkan bom berisi bensin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini