nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IMF Ramal Ekonomi Negara Kecil Ini Bisa Tumbuh 86%

Hairunnisa, Jurnalis · Rabu 06 November 2019 06:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 05 20 2125960 imf-ramal-ekonomi-negara-kecil-ini-bisa-tumbuh-86-OMAmN4x5vT.jpeg IMF soal Ekonomi Guyana (Foto: Ist)

JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) percaya pertumbuhan ekonomi salah satu negara terkecil di Amerika Selatan, Guyana akan naik drastis pada tahun depan.

Guyana, sebuah negara di timur laut Amerika Selatan yang memiliki populasi sekitar 780.000 orang ini dan berbatasan dengan Brasil, Suriname, dan Venezuela, akan mengalami pertumbuhan ekonomi 86% pada tahun 2020, naik dari 4,4% di tahun 2019.

 Baca Juga: Ekonomi Tumbuh 5,02% pada Kuartal III-2019

Ekspansi eksplosif PDB (Produk Domestik Bruto) rill tahunan kemungkinan akan membuat Guyana mencatat pertumbuhan tercepat di dunia tahun depan.

Tentu saja, ekspansi ekonomi Guyana yang di proyeksikan akan menjadi 40 kali lipat dari apa yang diharapkan AS, salah satu ekonomi terbesar di dunia.

“Alasan IMF memproyeksikan itu karena Guyana memiliki jumlah minyak tertinggi untuk setiap orang di negara mana pun di dunia,” kata Analis freelance Amerika Latin Natalia Davies Hildalgo seperti dilansir CNBC, Rabu (6/11/2019).

 Baca Juga: Saran Sandiaga Uno untuk Sri Mulyani Cs agar Ekonomi Tumbuh 7%

Dibandingkan dengan gembong OPEC Arab Saudi yang memiliki sekitar 1.900 barel cadangan lepas pantai per orang, Guyana memiliki 3.900 barel.

“Dan itu bisa lebih banyak, karena produksinya bahkan belum dimulai dan penemuan baru masih dibuat,” kata Hildalgo.

 ekonomi

Guyana siap memulai produk minyak bulan depan, sebuah prospek yang diyakini para analis akan transformatif untuk kemakmuran ekonomi di satu-satunya negara berbahasa inggris di Amerika Selatan.

Namun Hidalgo menggambarkan proyeksi IMF sangat ambsius mencatat bahwa itu mungkin perkiraan ekonomi tahunan tertinggi yang pernah diprediksi oleh lembaga pemberi pinjaman krisis global.

Itu karena pemerintah negara masih sementara sampai pemilihan diadakan pada bulan Maret, berarti saat ini tidak dapat melewati anggaran untuk tahun 2020.

Selain kurangnya peraturan perundang-undangan di negara ini, Hidalgo mengatakan kemungkinan penundaan proyek dan tidak adanya pembayaran di sektor infrastruktur juga dapat mengancam perkiraan IMF.

Dibandingkan dengan prediksi IMF bahwa Guyana akan mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 86% tahun depan. IHS Markit percaya ketidakstabilan politik di negara itu membuat kemungkin ekonomi negara itu akan berkembang sekitar 30%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini