nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ekonomi Tumbuh 5,02%, Wamenkeu: Bukan Pertumbuhan yang Rendah

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 06 November 2019 17:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 06 20 2126537 ekonomi-tumbuh-5-02-wamenkeu-bukan-pertumbuhan-yang-rendah-u3CCbKVQS8.jpeg Suahasil Nazara (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sebesar 5,02% pada triwulan III-2019, bukanlah pertumbuhan yang rendah. Lantaran, banyak negara-negara lainnya yang mengalami pelemahan ekonomi lebih dalam.

"Pertumbuhan ekonomi 5,02% bukan pertumbuhan yang rendah. Ini seharusnya masih memberikan optimisme untuk gerak ekonomi kedepannya," ujarnya dalam acara Indonesia Banking Expo (IBEX) 2019 di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Baca juga: Ekonomi Tumbuh 5,02%, Pengusaha Pikir-Pikir untuk Ekspansi

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,02% di kuartal III-2019, melambat dari kuartal III-2018 yang sebesar 5,17%. Begitu juga dari kuartal II-2019 yang tumbuh sebesar 5,05%.

Meski demikian, Suahasil menyatakan, perlambatan ekonomi Indonesia tidak lebih buruk dari negara lainnya. Banyak negara lainnya yang mengalami penurunan lebih tajam, baik negara maju maupun berkembang.

grafik

Salah satunya China, yang kini pertumbuhan ekonominya berada di kisaran 6%. Padahal, salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia tersebut, biasanya pertumbuhan ekonomi bisa mencapai kisaran 10%-11%.

"Banyak negara lain penurunannya lebih stick dan levelnya lebih besar. Bahkan China kini di level 6%, padahal dua tahun lalu ekonominya selalu tumbuh dobel digit," ungkapnya.

Oleh sebab itu, dia menyebut dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus terjaga di level 5%, menunjukkan perekonomian domestik lebih berdaya tahan. "Jadi jika dibandingkan, Indonesia itu bisa steady (kuat) pada level 5%, ini akan kamu jaga momentum pertumbuhannya untuk bisa berkelanjutan," tambah Suahasil.

Upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tersebut, lanjut dia, pekerjaan rumah utama adalah memastikan investor yang masuk bertahan lama di Indonesia, terutama dalam bentuk investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI). Sehingga perlu terciptanya iklim investasi, infrastruktur yang tersedia, dan regulasi yang baik.

grafik

"Hal ini untuk menciptakan dan mendukung iklim dunia usaha," kata Suahasil.

Di samping itu, perdagangan juga perlu menjadi perhatian. Lantaran, saat pertumbuhan ekonomi dunia menurun, maka imbasnya terjadi pada penurunan perdagangan internasional. Sehingga memperburuk kinerja ekspor Indonesia.

"Permintaan barang dari Indonesia menurun, pertumbuhan ekspor secara tahunannya flat 0%. Di sisi lain impor content yang lumayan, juga terkena imbasnya. Tiga jalur ini yang harus diperhatikan dengan serius antar stakeholder, karena dampaknya kepada pertumbuhan ekonomi domestik," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini