nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketangguhan Ekonomi China karena BUMN hingga Swasta Dimanja

Rizqa Leony Putri , Jurnalis · Kamis 07 November 2019 12:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 07 20 2126843 ketangguhan-ekonomi-china-karena-bumn-hingga-swasta-dimanja-wEDFlu66Ex.jpg Bendera China (Foto: Reuters)

JAKARTA - Sektor swasta tercatat sangat bermain untuk kesuksesan ekonomi China selama 45 tahun terakhir ini. Bangkitnya bisnis swasta di China, sektor swasta telah menjadi sumber utama pertumbuhan dalam produktivitas dan lapangan kerja, dan mendorong transformasi China menjadi manufaktur gardu listrik.

Saat ini, bisnis swasta sedang merintis jalur baru di sektor layanan, dan yang paling signifikan di ekonomi digital China yang terkemuka di dunia. Menariknya, perang dagang juga memberi dorongan kuat bagi sektor bisnis swasta China.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi China Anjlok ke Level Terburuk Sejak 1992

Dinamisme dan daya saing sektor swasta China adalah alasan utama perang perdagangan tidak menyebabkan jatuhnya ekspor China. Dalam sembilan bulan yang berakhir pada bulan Maret, ekspor oleh sektor swasta China tumbuh rata-rata 15% per tahun.

Bahkan ketika ekspor oleh perusahaan milik negara China, seperti BUMN, menyusut. Kondisi pasar yang sulit yang diciptakan oleh perang perdagangan. Sementara bisnis swasta China dengan operasi mereka yang lebih efisien dan fokus garis bawah yang kuat, telah mengungguli rekan-rekan mereka yang dimiliki negara di pasar global yang semakin bergejolak.

grafik

BUMN China kian dimanjakan dengan perlakuan istimewa, termasuk akses mudah ke kredit, subsidi, lisensi dan jaminan pinjaman implisit. Dari perspektif ini, lapangan bermain masih jelas dimiringkan untuk mendukung BUMN. Namun, kondisi baru telah muncul dalam ekonomi domestik China yang berkembang pesat yang juga menguntungkan bisnis swasta. Demikian seperti dilansir dari Forbes, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Konsumsi domestik China telah mencapai massa kritis dalam dekade sejak krisis keuangan global, memungkinkan bisnis swasta untuk tumbuh dengan cepat. Manfaat dari pasar konsumen China yang besar diperbesar oleh kecepatan dan ruang lingkup urbanisasi negara.

Keberhasilan bisnis swasta China karena kemampuannya memanfaatkan skala dan efisiensi operasi domestik mereka untuk bersaing di luar negeri dengan harga murah dan inovasi cepat. Fakta bahwa lebih sulit bagi mereka untuk mengakses kredit daripada untuk BUMN membuat bisnis swasta lebih efisien dalam mengerahkan modal investasi.

Ketahanan ekspor ini telah diperhatikan di Beijing, yang membantu sektor swasta. Pada bulan Juli lalu, Perdana Menteri Li Keqiang mengumumkan bahwa pemerintah akan mencabut batasan kepemilikan pada usaha asing di China dan lebih lanjut membuka pasar. Kebijakan baru ini berarti Beijing harus bekerja lebih keras untuk mempromosikan bisnis swasta China sendiri.

BUMN akan memiliki waktu yang sulit untuk bersaing dengan pendatang asing, tetapi Beijing mengandalkan bisnis swasta China untuk mempertahankannya. Meski lebih banyak dukungan sektor swasta, tidak berarti China akan meninggalkan BUMN sepenuhnya karena persaingan pasar.

Baca Juga: Perlambatan Ekonomi China Vs Banjirnya Pengusaha Milenial

BUMN akan terus mendominasi produksi industri, seperti tercermin dalam program Presiden Xi Jinping "Make in China 2025" yang mengidentifikasi 10 sektor industri dan teknologi yang ingin menjadi pemimpin dunia pada tahun 2025 oleh China.

Pemerintah juga telah menaikkan upah minimum dalam beberapa tahun terakhir, khususnya di kota tingkat kedua dan ketiga. Semua ini membantu memenuhi permintaan konsumen, menjadikan sektor jasa sebagai arena yang lebih menjanjikan dan menguntungkan bagi bisnis swasta China.

china

Sementara itu, pertumbuhan China dikabarkan menjadi yang terendah dalam beberapa dekade. Dengan PDB USD10.000 per kapita, China sekarang adalah negara berpenghasilan menengah. Pola pertumbuhan historis negara-negara dengan tingkat PDB per kapita yang sama adalah pertumbuhan tahunan 3-4% dalam PDB riil.

Bahkan ketika tingkat pertumbuhannya turun menjadi 6%, China tetap merupakan pencilan pertumbuhan tinggi di antara negara-negara berpenghasilan menengah. Sektor bisnis swasta di China yang kini tengah naik daun di gadang-gadang sebagai bab baru penciptaan kekayaan yang akan terungkap.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini