nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

China Jadi Raksasa Ekonomi Dunia, Terkuak Fakta Kekuatannya

Maghfira Nursyabila, Jurnalis · Kamis 07 November 2019 12:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 07 20 2126856 china-jadi-raksasa-ekonomi-dunia-terkuak-fakta-kekuatannya-qLrl56c40C.jpg Grafik Ekonomi (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Dalam setahun terakhir, China masih menjadi berita utama akibat pergesekan yang terjadi di sektor perdagangan dengan Amerika Serikat. Meski melambat, namun pertumbuhan PDB di ekonomi terbesar di dunia itu mendekati 6%.

Meski melambat, namun di negara maju seperti China, masyarakatnya masih memiliki banyak keberuntungan yang bisa didapatkan. China memiliki banyak sektor yang dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonominya.

Baca Juga: Ketangguhan Ekonomi China karena BUMN hingga Swasta Dimanja

Melansir dari Forbes, Selasa (7/11/2019), nasib farmasi dan layanan kesehatan di China menjadi pendongkrak pertumbuhan ekonomi China. Rahasianya adalah, meningkatnya pendapatan membuat orang-orang China menghabiskan uangnya untuk perawatan kesehatan.

Bos Jiangsu Henrui Medicine, Piaoyang, naik menjadi urutan ke empat dan memperoleh kekayaan sebesar USD25,8 miliar. Piaoyang juga membagi saham perusahaan bersama istrinya, Zhong Huijuan. Keduanya memperoleh pertumbuhan bisnis di Sun's Zhong serta IPO Hong Kong oleh perusahaan yang dipimpin Zhong, yaitu Jiangsu Shenzen Mindray.

china

Distributor peralatan medis Shenzhen Mindray Bio-Medical Electronics, Li Xiting juga mengalami kenaikan menjadi USD8,5 miliar dari USD1,8 miliar karena sahamnya melonjak setelah pencatatan oleh New York Stock Exchange pada 2016.

Selain itu, pembuat pakaian olahraga Anta Sports masuk ke dalam daftar Hong Kong karena Sahamnya naik dua kali lipat dari tahun lalu selama kepemimpinan Ding bersaudara. Dua eksekutif Anta Ding Shizhong dan Ding Shija masuk dalam daftar untuk pertama kalinya.

Tak hanya itu, bahan bakar pendorong pertumbuhan perekonomian di China juga berasal dari IPO, hal ini dibuktikan bahwa perusahaan tradisional masih dapat menciptakan miliarder di China. Seperti, bos produsen makanan ringan Three Squirrels, Zhang Liaoyuan yang memulai debutnya dalam daftar dengan perkiraan kekayaan bersih sebesar USD1,6 miliar dan bos perusahaan perangkat lunak ArcSoft, Dan Hui Deng, yang membuat daftar dengan perkiraan value USD1 miliar. Kedua perusahaan ini go public pada bulan Juli.

grafik

Uniknya, meski perang dagang AS-China tidak berpengaruh terhadap bisnis sektor kesehatan, tapi lain hal dengan penjualan mobil China yang sedang terpuruk. Kekayaan Li Shufu, Bos Geely Group dan pemilik utama Volvo di China, harus merelakan kekayaannya yang terkoreksi menjadi USD12,9 miliar dari USD14,2 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini