nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Layanan Film Streaming Sumbang Perlambatan Ekonomi RI

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 07 November 2019 14:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 07 20 2126917 layanan-film-streaming-sumbang-perlambatan-ekonomi-ri-3ec5bDRQ6V.jpeg Ilustrasi Streaming. (Foto: Okezone.com/Game.ly)

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 5,02% (year on year/yoy) di kuartal III-2019. Mengalami perlambatan dibandingkan kuartal III-2018 yang mencapai 5,17% yoy, maupun dari kuartal II-2019 yang sebesar 5,05% yoy.

Salah satu komponen pengeluaran yang mengalami perlambatan pertumbuhan yakni investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), yang hanya tumbuh 4,21% yoy. Padahal pada kuartal III-2018 mampu tumbuh 6,96% yoy.

Baca Juga: Ekonomi Tumbuh 5,02%, Wamenkeu: Bukan Pertumbuhan yang Rendah

Mayoritas komponen investasi memang mengalami perlambatan. Salah satunya, investasi produk kekayaan intelektual yang turun 4,14% yoy, padahal pada kuartal III-2018 yang mampu tumbuh 1,48%.

Streaming

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Sri Soelistyowati menyatakan, penyebab turunnya pertumbuhan investasi produk kekayaan intelektual adalah meningkatnya perangkat lunak atau software untuk menonton film secara streaming.

Baca Juga: Ekonomi Tumbuh 5,02%, Pengusaha Pikir-Pikir untuk Ekspansi

Era digitalisasi saat ini memang banyak platform yang menawarkan menonton secara streaming. Sementara film lulus sensor yang tayang di bioskop turun tajam hingga 45% yoy.

"Produk kekayaan intelektual menurun itu terkait software yang meningkat, sedangkan film yang lulus sensor itu turun 45%," katanya dalam acara workshop statistik di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Padahal, lanjut Sri, BPS hanya memperhitungkan film lulus sensor di bioskop untuk masuk dalam komponen PMTB. Sedangkan, film-film yang ditayangkan melalui software atau platform hingga saat ini tidak masuk dalam penghitungan PMTB oleh BPS.

"Film yang masuk PMTB itu, yang lolos sensor di bioskop dan itu menurun. Malah yang enggak lolos sensor meningkat," kata dia.

Kendati demikian, diakuinya perkembangan teknologi memang membuat banyak inovasi di industri perfilman, salah satunya layanan streaming. Sedangkan BPS masih melakukan penghitungan secara konvensional melalui film yang tayang di bioskop.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini