nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

JPO Tak Beratap di Sudirman, Masyarakat Kepanasan hingga Bisa Cuci Mata

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Kamis 07 November 2019 15:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 07 470 2126937 jpo-tak-beratap-di-sudirman-masyarakat-kepanasan-hingga-bisa-cuci-mata-YLrZmNV3Du.jpg JPO Tak Beratap (Foto: Okezone.com/Adhyasta Dirgantara)

JAKARTA - Jembatan penyebrangan orang (JPO) yang menghubungkan Menara Astra dengan Indofood Tower menjadi viral usai atapnya dicopot. Pasalnya, Pemprov DKI ingin menimbulkan kesan baru bagi para pejalan kaki yang menyeberangi JPO tiap harinya.

Berdasarkan pantauan Okezone, Kamis (7/11/2019), JPO yang tadinya dipasang atap ini, kini terasa terbuka karena beratapkan langit. Tidak ada satupun penghalang atau sejenisnya yang mampu menahan cahaya matahari di siang yang terik.

 Baca juga: Jembatan Singapura-Malaysia, PM Mahathir Tuding Singapura Tolak Proyek Baru

Setelah atap dicopot, Pemprov DKI mengecat ulang seluruh bagian JPO ini dengan warna silver. Menariknya, baru hari ini cat berwarna merah menemani warna silver.

 JPO Tak Beratap

Rupanya, Pemprov DKI sendirilah yang meminta JPO menjadi berwarna merah dan silver. Hal ini diungkapkan oleh salah satu petugas yang sedang mengerjakan pengecatan JPO.

 Baca juga: Daftar Jembatan Ikonik di Indonesia, dari Papua hingga Palembang

"Iya jadi 2 hari lalu, itu kita warnain silver semua. Tapi baru hari ini, Kepala Dinas meminta buat ditambahin warna merah. Katanya biar jadi warna-warni," ucap salah satu pekerja yang tidak ingin disebutkan namanya saat ditemui Okezone.

Dengan demikian, cat yang masih basah siap menemani para penyebrang jalan. Ketika Okezone mencoba JPO tersebut, masih terasa cat yang basah tersebut menempel di sepatu.

 Baca juga: Jembatan Youtefa Diresmikan, Jayapura-PLBN Skouw Jadi 30-45 Menit Saja

Tidak hanya itu, JPO semakin terasa menyiksa terutama di siang hari. Hal ini pun diungkapkan oleh salah satu penyebrang saat melintasi JPO.

"Tanggapan saya ini jadi panas banget sih. Kan kata Pemprov DKI mau bikin kesan baru ya, tapi menurut saya enggak terlalu bagus ah pemandangannya. Yang ada malah para penyebrang jadi kepanasan," keluh penyebrang yang memiliki nama lengkap Mary Rose Jane ini.

Di lain sisi, Aulia Rahman selaku penyebrang yang biasa melalui JPO justru setuju dengan langkah yang pemerintah ambil ini. Dia menyatakan kalau pemandangan setelah atap JPO ditutup jadi bagus.

"Pemandangannya jadi bagus loh ini. Kalau ada atap kan jadi tidak terlihat. Tapi ya sisi bahayanya sih, ini pagernya terlalu pendek, kalau ada yang jahil terus orangnya jatoh kan bahaya," ujar Rahman.

"Kalau urusan jadi panas, ya udah tahu Jakarta kan emang panas. Lewatnya berarti saat malam hari saja kalau tak mau kepanasan," kelakarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini