nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jadi Pahlawan Nasional, Inilah AA Maramis yang Jabat Menteri Keuangan pada 1945

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Jum'at 08 November 2019 14:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 08 20 2127372 jadi-pahlawan-nasional-inilah-aa-maramis-yang-jabat-menteri-keuangan-pada-1945-X63WkotUnT.jpg AA Maramis (Foto: Dok Kemenkeu)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja menganugerahi enam tokoh yang diangkat sebagai pahlawan nasional pada 2019 di Istana Negara, Jakarta, hari ini. Salah satu tokoh yang diangkat menjadi pahlawan nasional adalah Menteri Keuangan era Presiden Soekarno Alexander Andries Maramis (AA Maramis).

Sebenarnya, Kementerian Sosial (Kemensos) mengajukan 20 tokoh untuk diangkat menjadi pahlawan nasional. Namun, hanya enam tokoh yang diangkat sebagai pahlawan nasional.

 Baca juga: Sri Mulyani Instruksikan Pegawai Kemenkeu Kerja dengan Integritas

Dikutip dari situs resmi Kementerian Keuangan, Jumat (8/11/2019), AA Maramis lahir di Manado pada 20 Juni 1897 silam. Gelar MR (Meester de Rechten) didapatkannya tahun 1924 dari Fakultas Hukum Universitas Leiden Belanda. Awalnya, Dia hanyalah seorang pengacara yang membuka kantor pengacara di Semarang, Palembang, Teluk Betung, serta Jakarta.

 AA Maramis

Kemudian, AA Maramis diangkat menjadi Menteri Keuangan pada tanggal 26 September 1945 dalam Kabinet Presidensial. Pada saat itu, AA Maramis adalah Menteri Negara tanpa portofolio dan diangkat menjadi Menteri Keuangan yang menggantikan Samsi Sastrawidagda.

 Baca juga: Lantik Eselon I, Sri Mulyani Ingin Pejabat Kemenkeu Bisa "Pancing" Investasi

Selanjutnya, pada tanggal 24 Oktober 1945, AA Maramis pernah menginstruksikan tim serikat buruh G. Kolff selaku tim pencari data untuk menemukan tempat percetakan uang dengan teknologi yang relatif modern. Hasilnya, percetakan G. Kolff Jakarta dan Nederlands Indische Mataaalwaren en Emballage Fabrieken (NIMEF) Malang dianggap memenuhi persyaratan. Maramis pun melakukan penetapan pembentukan Panitia Penyelenggaraan Percetakan Uang Kertas Republik Indonesia yang diketuai oleh TBR Sabarudin.

Setelah itu, karirnya sebagai menteri terus berlanjut pada masa Kabinet Amir Sjarifuddin I dan II. Dengan didampingi oleh Ong Eng Die sebagai Menteri Muda Keuangan, AA Maramis bertugas untuk mencari dana untuk membiayai angkatan perang, Agresi militer, hingga berbagai perundingan.

Di masa Kabinet Hatta I, Dia melaksanakan perdagangan candu (opium trade) dan emas ke luar negeri atas perintah Wapres Hatta pada akhir Februari 1948. Tujuan perdagangan candu dan emas itu ialah membentuk dana devisa dari luar negeri untuk membiayai pegawai pemerintah RI (perwakilan-perwakilan) Indonesia di Singapura, Bangkok, Rangoon, New Delhi, Kairo, London, dan New York. Dalam menjalankan tugas tersebut, AA Maramis dibantu oleh Mukarto Notowidigdo (Ambtenaar Opium en Zoutregie di zaman Belanda).

Selama menjabat sebagai Menteri Keuangan, AA Maramis menerima Bintang Mahaputera dan Bintang Gerilya dari Pemerintah Republik Indonesia. Tidak hanya itu, Dia juga menyandang penghargaan Piagam Muri (Museum Rekor Indonesia) tanggal 30 Oktober 2007 sebagai Menteri Keuangan pertama yang menandatangani lima belas mata uang Republik Indonesia terbitan 1945-1947[. Nama AA Maramis diabadikan sebagai nama Gedung Induk Kementerian Keuangan (Gedung Daendels).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini