nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banyak yang Berfikir Jadi CEO Enak, Apa Benar?

Hairunnisa, Jurnalis · Jum'at 08 November 2019 15:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 08 320 2127400 banyak-yang-berfikir-jadi-ceo-enak-apa-benar-mkY12BFlHz.jpg Ilustrasi Orang Kaya. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menjadi Chief Executive Officer (CEO) adalah pekerjaan impian setiap orang. Sebab CEO dibayar dengan gaji yang tinggi dan mendapat banyak fasilitas mewah. Jabatan tinggi di perusahaan itu juga mempunyai kekuasaan. Hanya saja, ternyata pekerjaan menjadi seorang CEO tidak semanis yang dibayangkan.

Melansir CNN, Jumat (8/11/2019), kualifikasi seorang CEO sangat banyak seperti mencapai target tiga bulanan, berinovasi untuk pertumbuhan jangka panjang. Kemudian pemikirkan yang kritis, memutuskan sesuatu dengan cepat, tangguh, tahan banting, otentik, siap bekerja 24 jam, selalu sehat dan berpikiran jernih.

Baca Juga: Tetap Berkarier di Usia Lanjut, Simak 3 Tips Ini

CEO juga menjadi ujung tombak perusahaan yang bertugas menumbuhkan kesan perusahaan yang positif, mengelola lanskap politik, regulasi, ekonomi, dan kompetitif. Kehidupan pribadi CEO juga tidak bisa diabaikan.

“Apakah mungkin menanyakannya pada satu orang? Ya mungkin saja. Banyak yang bilang semuanya hanya tentang CEO dan seberapa gaji CEO,” kata Agen Periklanan Saatchi & CEO Saatchi Richard Hytner.

Ilustrasi Orang Kaya

Hytner tahu dalam masa jabatan sebagai CEO tidak mudah. Dia pun tidak ingin menjadi CEO.

"Ini adalah pekerjaan tanpa henti untuk menyenangkan pemegang saham. Harapan adanya pertumbuhan biaya muncul kapanpun. Anda harus memiliki strategi karena sudah berkomitmen, lalu mengambil keputusan sulit,” ungkapnya.

Kebebasan Dibatasi

Banyak CEO mundur karena sejumlah alasan. Beberapa melakukannya dengan sukarela, dan ada juga yang dipaksa keluar. Apalagi ketika kinerja CEO justru menurun pendapatan perusahaan.

Baca Juga: Memutuskan Kerja di Startup? 5 Faktor Ini Perlu Diperhatikan

Pergantian itu didorong setidaknya sebagian karena tekanan besar dari pekerjaan itu. CEO seringkali dituduh menguasai perusahaan, padahal mereka seringkali dibatasi dalam beberapa hal.

"Ketika menjabat, Anda pasti berpikir akan bebas. Tetapi kenyataannya kebebasan Anda menurun. Anda memiliki banyak orang yang mementingkan diri. Ada politik perusahaan ,masalah geopolitik, media. Semua itu membuat jadwal CEO sangat padat. Namun, Anda merasa memiliki segalanya dalam kontrol,” ujar Eksekutif dan Psikoterapis Karsten Drath.

Selain itu, CEO dianggap memiliki kepentingan dalam setiap pemangku kepentingan perusahaan. Sulit untuk menghabiskan waktu untuk diri sendiri dan bersama keluarga.

Ketika menjadi CEO, selalu saja bernegosiasi dan menciptakan kesepakatan, mengelola krisis perusahaan, melakukan perjalanan bisnis dua hari di luar negeri, atau mempersiapkan rapat dewan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini