nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

6 Juta Peserta BPJS Kesehatan Bakal "Dihapus", Kok Bisa?

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 08 November 2019 17:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 08 320 2127493 6-juta-peserta-bpjs-kesehatan-bakal-dihapus-kok-bisa-7bmgAhZiZ2.jpg Ilustrasi BPJS Kesehatan (Foto: Okezone.com)

MALANG - Pemerintah berencana menghapus sejumlah data peserta BPJS yang identitasnya tidak dikenali, baik karena tidak mempunyai nomor induk kependudukan.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dan Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan Fahmi Idris, saat melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Aisyiyah, Kota Malang, Jumat siang (8/11/2019).

Baca Juga: Nunggak BPJS Kesehatan di Atas 4 Bulan, Siap-Siap Didatangi 'Debt Collector'

"Laporan saya sementara akan ada cleanshing data dari penerima BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran) yang identitasnya tidak dikenali. Ada 6 juta akan kita keluarkan akan kita ganti yang terindentifikasi dengan baik," ungkap Muhadjir.

Menurutnya, sejumlah peserta BPJS PBI yang belum mempunyai E-KTP dan Nomor Induk Kependudukan (NIK), akan didorong untuk segera mengurus supaya terindentifikasi sehingga tidak dicoret dari data.

muhadjir

"Yang belum punya NIK akan kita pastikan segera melalui dukcapik bahwa memastikan dia memang penduduk yang dibuktikan dengan NIK itu," ucap Muhadjir kembali.

Langkah ini menurut Muhadjir sebagai upaya penyerapan dana pemerintah supaya betul - betul tepat sasaran. "Agar penggunaan dana pemerintah BPJS betul-betul terserap oleh klien yang menjadi sasaran. Kalau data abal-abal bisa meragukan bahwa itu tepat sasaran," papar mantan Mendikbud di Kabinet Indonesia Kerja ini.

Sementara itu Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan Fahmi Idris menyatakan saat ini proses cleanshing atau pembersihan data sudah selesai dilakukan BPJS Kesehatan.

"Cleanshing sudah selesai nanti akan kordinasi dengan Kemensos (Kementerian Sosial) karena yang punya basis data itu Kemensos," tuturnya Fahmi.

Dia menambahkan setidaknya sudah ada 27 juta data yang dihapus dan hasilnya telah disampaikan ke Menteri Kesehatan, untuk selanjutnya dikoordinasikan antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan Kementerian Sosial (Kemensos).

muhad

"Semua sudah selesai, BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan) menemukan 27 juta data ya sudah kita cleanshing semua. Hasil cleanshing itu sudah disampaikan ke Menkes, Menkes sudah sampaikan ke Mensos akan ada rapat lagi antar kementerian," pungkasnya.

Menko PMK Muhadjir Effendy sendiri mengunjungi dua rumah sakit di Kota Malang yakni RS Aisiyah dan RS Panti Nirmala pada Jumat siang (8/11/2019).

Di dua rumah sakit ini, Muhadjir yang didampingi oleh Dirut BPJS Kesehatan Fahmi Idris menyempat juga berdialog dengan sejumlah pasien dan manajemen rumah sakit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini