nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemendag Temukan Adanya Pelanggaran Impor Cangkul dari China

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 08 November 2019 18:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 08 320 2127528 kemendag-temukan-adanya-pelanggaran-impor-cangkul-dari-china-QNO2Un7LZw.jpeg Pelabuhan. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengakui adanya pelanggaran impor cangkul atau pacul berbentuk barang jadi alias siap pakai. Padahal dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 30 Tahun 2018, yang diizinkan impor perkakas tangan dalam bentuk bahan baku.

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PTKN) Kemendag Veri Anggrijono menyatakan, temuan tersebut berdasarkan tinjauan langsung yang dilakukan Kemendag ke lapangan pada dua minggu lalu. Ditemukan adanya impor cangkul jadi di Surabaya dan Tangerang yang berasal dari China.

Baca Juga: Hobi Impor Pakai Uang Pemerintah, Jokowi: Kebangetan Banget

"Ada beberapa importir yang diduga mengimpor produk perkakas tangan dalam bentuk cangkul jadi dan sekop di dua kota, Surabaya dan Tangerang. Diduga impor dari China," ungkapnya dalam konferensi pers di Kantor Kemendag, Jumat (8/11/2019).

Dia menjelaskan, temuan cangkul jadi tersebut didapatkan langsung di gudang importir. Kata dia, cangkul tersebut masuk secara ilegal ke dalam Indonesia lantaran tak memiliki surat Persejutuan Impor (PI) yang diterbitkan Kemendag.

kemendag

Meski demikian, Veri enggan menyebutkan secara rinci jumlah impor cangkul jadi tersebut, dirinya hanya memastikan berjumlah ribuan buah. "Kurang lebih sampai ribuan lah, nilainya juga sedang kami dalami," imbuh dia.

Dia menyatakan, saat telah dilakukan pengamanan pada impor cangkul jadi tersebut. Sehingga jika sudah terbukti secara hukum melakukan pelanggaran, maka akan dilakukan pencabutan izin usaha.

"Apabila nanti terbukti tidak punya izin, maka kami akan rekomendasikan untuk pencabutan izin usahanya," kata dia.

Adapun, Kemendag memang pernah menerbitkan izin impor perkakas tangan pada tahun 2019 untuk bahan baku cangkul berupa lembaran plat baja. Izin impor itu sebanyak 400.000 kg dan hanya diterbitkan satu kali.

pelabuhan

Sehingga, hal ini menegaskan bahwa Kemendag tidak pernah memberikan izin impor cangkul berbentuk barang jadi. "Jadi baru satu kali dikeluarkan izin impor terhadap produk tersebut dan itu pun dalam bentuk bahan baku," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini