nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bisnis Properti Disebut Kian Lesu, Ini Penyebabnya

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 08 November 2019 15:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 08 470 2127419 bisnis-properti-disebut-kian-lesu-ini-penyebabnya-llHVhZUxoL.jpg Industri Properti Disebut Lesu (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Tidak dapat dipungkiri bahwa properti merupakan kebutuhan pokok yang wajib dimiliki oleh setiap orang di Indonesia. Namun saat ini, masyarakat terutama justru kesulitan mendapatkan properti karena berbagai faktor.

Berdasarkan statisik yang diumumkan oleh pemerintah pada Maret 2019 melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), secara keseluruhan backlog rumah saat ini telah mencapai lebih dari 7.6 unit.

 Baca Juga: Kabinet Baru Jokowi, Ini Harapan Pelaku Industri Properti

Di sisi lain, industri properti di Indonesia terus mengalami stagnasi. Seiring dengan perlambatan industri properti, para pelaku properti terus berkurang, terutama broker properti dikarenakan sengitnya persaingan, penjualan yang semakin susah dan susahnya mendapat tenaga pemasaran baru yang kompeten, memperkuat stigma di mata masyarakat bahwa industri properti adalah industri yang ekslusif untuk kalangan tertentu, dan sangat susah untuk ikut serta didalamnya.

Merespons hal itu, CEO SQM Property Denny Asalim mengatakan bahwa properti di Indonesia masuk ke masa yang cukup sulit. Bisnis properti melemah dari tahun ke tahun. Di mana ketika penjualan properti semakin sulit, untuk memastikan penjualan properti tetap bisa dijalankan.

 Baca Juga: Lagi Tren Co-Living, Prospek Menggiurkan bagi Investor Properti

"Maka itu, pengeluaran dari segi promosi juga akan bertambah. Penambahan biaya promosi tersebut tentunya selain mengurangi margin keuntungan pengembang. Tapi juga berakibat ke harga jual yang dibebankan ke konsumen akan lebih tinggi untuk mengimbangi biaya yang terus bertambah," ujar dia pada peluncuran perusahaan SQM Property di Jakarta, Jumat (8/11/2019).

 SQM

Dia menuturkan, berangkat dari poin tersebut, maka itu, pihaknya melihat peluang untuk SQM hadir untuk memberikan solusi. "Tujuan kami membangun SQM Property karena kita bisa mengubah cara pemasaran properti," ungkap dia.

Kemudian, lanjut dia, apabila dilihat dari segi teknologi, platform ini berbentuk crowdsourcing yang mempertemukan penjual dan pembeli melalui sistem referensi.

"Teknologi yang kami hadirkan secara garis besar adalah sistem referensi, tetapi dibelakang interface aplikasi ini, sistem kita ditopang dengan teknologi Search Algorithm yang bisa mempertemukan pihak penjual dan pembeli dengan lebih mudah," jelas dia.

 KPR

Dia manambahkan, SQM Property selanjutnya akan menempatkan staff yang telah berpengalaman dibidang properti untuk menghubungi prospek tersebut, dari penjelasan mendalam sampai ke janji pertemuan hingga transaksi properti berhasil dan pengguna akan mendapat insentif berupa komisi jutaan Rupiah per transaksi dan juga point yang bisa ditukarkan dengan hadiah menarik lainnya.

"Pengguna atau member bisa berinteraksi dengan staff SQM langsung atau juga bisa hanya dengan memantau proses penjualan tersebut ditangan melalui aplikasi SQM Property," kata dia

Ketika ditanya apakah dengan hadirnya SQM Property akan mendisruptif para pemain atau broker properti yang sudah eksis. "Saya katakan banyak Proptech yang beberapa tahun ini hadir di Indonesia yang bersifat disruptif," pungkas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini